PSU MUNA! Dandim Muna Gelar Operasi Garnizun – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

PSU MUNA! Dandim Muna Gelar Operasi Garnizun

Dandim Muna memasang baliho zona bebas politik guna memberikan rasa aman bagi warga Muna menjelang PSU Muna.

Dandim Muna memasang baliho zona bebas politik guna memberikan rasa aman bagi warga Muna menjelang PSU Muna.

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Komandan Distrik Militer (Kodim) 1416 Muna mulai terlibat dalam pengawasan proses Pemungutan Suara Ulang (PSU) di TPS 4 Kelurahan Wamponiki dan TPS 4 Kelurahan Raha 1. Pihak Kodim 1416/Muna saat ini telah menjadikan markasnya sebagai posko zona bebas politik.

Posko tersebut untuk mengamankan masyarakat yang merasa keselamatanya terancam dengan tidak membawa panji-panji politik. Di sisi lain, mereka terjun langsung melakukan patroli malam bersama aparat kepolisian. Operasi itu diberi sandi Garnizun.

Dandim 1416/Muna, Letkol Arh Hendra Gunawan mengatakan, dalam mengamankan PSU, TNI akan lebih aktif. Tindakan yang dilakukan bukan lagi bersifat preventif (pencegahan), tetapi sudah represif. “Jika terjadi hal-hal yang luar biasa, selama tahapan pemilihan ini, kami akan lakukan tindakan represif. Jangan sampai berdampak besar pada orang banyak,” ungkapnya.

Letkol Arh Hendra menerangkan, sudah menjadi kewenangan Kodim melaksanakan sweeping, patroli dan pemantauan wilayah sebagaimana amanah UU. “Kodim adalah penguasa Garnizun setempat yang mempunyai tugas melaksanakan sweeping, patroli dan pemantauan wilayah,” ujarnya.

Dalam mengamankan PSU jilid II yang akan digelar 19 Juni nanti, TNI dan Kepolisian akan terus bersinergi dalam menjalankan tugas. Hal itu dilakukan untuk menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi. Sekaligus membuat kondisi daerah kondusif. “Kami tidak inginkan ada pihak yang mencoba memperburuk hubungan antara TNI dan Polri. Kedua lembaga itu ibarat sepasang sepatu kiri dan kanan yang berbeda tempat dan namun saling setia. Kami saling melengkapi satu sama lain, melangkah bersama dengan jalan berbeda tapi untuk tujuan yang sama. Logikanya, TNI dan Polri tidak bisa dipisahkan,” tegasnya.

Ia mengatakan, dalam pengamanan PSU, TNI tidak akan memihak pada salah satu kubu pasangan calon (paslon). Prajurit TNI tetap profesional dan menjunjung tinggi netralitas. “TNI adalah institusi, bukan atas nama perorangan. Kami tetap jaga netralitas. Jika diantara kami tidak ada yang netral berarti kami berkhianat terhadap undang-undang,” tegasnya.

Menyikapi konflik-konflik sosial yang terjadi akhir-akhir ini, menurut pengalamanya berdinas pada misi PBB di hampir di 35 negara, konflik itu bukan murni muncul dengan sendirinya, tetapi sengaja diciptakan oleh oknum-oknum yang mempunyai kepentingan. Olehnya, Hendra mengimbau pada seluruh masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi isu-isu yang bisa mengganggu stabilitas daerah. “Masyarakat harus lebih menyadari bahwa apa yang diperjuangkan dan dicita-citakan tidak sampai dengan menjurus pada perbuatan anarkis,” pesannya. (gola)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top