Toko Kain Terbakar di Mandonga – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Toko Kain Terbakar di Mandonga

Pemadam Kebakaran Pemkot Kendari ketika berusaha memadamkan api, Sabtu (4/6/2016)

Pemadam Kebakaran Pemkot Kendari ketika berusaha memadamkan api yang melalap dua tokoh kain di Jalan Lasandara, Mandonga, Sabtu (4/6/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Rumah toko (Ruko) di Jalan Lasandara, Mandonga terbakar, Sabtu (4/6) lalu. Sejak pukul 17.45 Wita, empat unit mobil pemadam kebakaran berusaha menjinakkan api yang terus menghanguskan Ruko milik pedagang kain tersebut. Selama lima jam berjuang, api akhirnya dipastikan telah padam.

Madi, salah seorang saksi mata di lokasi kejadian menceritakan, awalnya muncul gumpalan asap tebal dari Ruko Nabila Gorden milik Supardi (46). Beberapa saat kemudian api semakin membesar dan dengan cepat berpindah ke Ruko Mujur Jaya milik Hj. Marhuma (63) yang juga berdagang kain. Termasuk Ruko Sentral Oli dan Doa Restu.

“Saya kaget saat tahu tokoku terbakar. Sebelumnya pernah terbakar juga tahun 1994. Saat itu anak saya yang mengelola toko saat ini Muh. Yusuf masih duduk di SD,” cerita Marhuma.

Kanitreskrim Polsek Mandonga, Iptu Baharuddin Suppu saat dikonfirmasi juga membenarkan kebakaran yang terjadi di wilayah hukumnya. “Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung ke lokasi kejadian dan mengamankan dan mengatur arus kendaraan. Banyak masyarakat yang ingin lihat kebakaran tersebut sampai-sampai jalan di depan Mall Mandonga macet. Awalnya pemadam sulit memadamkan api karena banyaknya warga,” tuturnya, kemarin.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materi pemilik Ruko ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Untuk penyebab kejadian kebakaran masih dalam penyelidikan. “Dari keterangan pemilik Ruko yang telah membuat laporan polisi, dia juga tidak mengetahui akibat dari kebakaran tersebut. “Dugaan sementara korsleting listrik yang mengakibatkan percikan api. Tapi itu masih diselidiki,” jelas Baharuddin. (KENDARIPOS)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top