2017, DAU Sultra Naik 5 Persen – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

2017, DAU Sultra Naik 5 Persen

kendaripos.fajar.co.id, Perhatian lebih pemerintah pusat kembali diberikan kepada Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai daerah kepulauan. Dalam rapat Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah (DPOD) yang digelar di Istana Wakil Presiden, Jumat (3/6) kemarin diputuskan untuk menaikan Dana Alokasi Umum (DAU) untuk daerah kepulauan sebesar 5 perseb yang rencana akan dimasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN 2017).

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan setelah pehatian ditujukan kepada daerah-daerah perbatasan dan terpencil kini giliran daerah kepulauan akan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah. “Tadi sudah diputuskan bahwa DAU daerah kepulauan akan dinaikan sebesar 5 persen bagi daerah yang provinsi kepulauan, jadi kalau sebelumnya bobotnya 40 persen menjadi 45 persen, atau yang sebelumnya 50% menjadi 55 persen,” kata Tjahjo, di Jakarta, Jumat (3/6).

Tjahjo mengatakan Berdasarkan PP Nomor 55/2005 tentang Perimbangan Daerah, terdapat beberapa variabel yang menentukan bobot provinsi dalam penetapan DAU. Yakni, luas wilayah, jumlah penduduk, hambatan geografis, serta tingkat kemiskinan daerah.

Politisi PDI-P ini juga mengatakan bahwa kedepan dalam rumusan penetapan DAU nantinya akan berubah. Variabel penentuan DAU melalui penilaian luas wilayah akan ditambahkan dengan luas perairannya. “Kalau tidak dihitung, besaran DAU untuk Bogor lebih banyak daripada Maluku, karena luas daratan lebih luas Bogor. Lalu, kami lihat penghitungan luas laut juga kami hitung tidak bisa sepenuhnya, karena kan orang miskin tinggalnya di darat,” ujar dia. Sebab itu, kenaikan bobot hanya berupa penambahan angka 5 persen.

Ditanyakan soal besaran tambahan DAU sebesar 5 persen tersebut mantan legislator asal Jawa Tengah ini engggan berkomentar. “Saya belum bisa memastikan soal besarannya pasalnya hal itu sedang dirumuskan oleh pihak Kementerian Keuangan,” ungkapnya.

Pada APBN 2016, jumlah tranfer daerah totalnya mencapai Rp 770,2 triliun. Adapun besaran DAU mencapai 385,4 triliun, sedangkan sisanya ditransfer lewat penyaluran dana alokasi khusus (DAK), dana desa, dana bagi hasil, dan dana otonomi khusus.

Reydonnyzar Moenek, Direktur Jenderal Keuangan Daerah Kemdagri mengatakan, rumusan bobot provinsi ini akan berlaku mulai 2017 mendatang. Sedangkan besaran DAU akan ditetapkan dalam Pembahasan rancangan APBN tahun depan. “Bobot provinsi yang kami besarkan kami harapkan mereka bisa lebih mampu untuk membangun daerah,” ujar dia.

Untuk diketahui ada delapan daerah kepulauan yang akan mendapatkan tambahan dana DAU sebesar 5 persen. Daerah tersebut adalah, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur. (yog)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top