Hati Hati! Sultra Belum Bebas Antraks – Kendari Pos –
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Hati Hati! Sultra Belum Bebas Antraks

KENDARIPOS.CO,ID, KENDARI– Kasus terakhir hewan ternak di Sultra yang mati karena terserang virus Antraks ditemukan tahun 1985 lalu. Namun bukan berarti daerah ini telah terbebas dari virus berbahaya tersebut. Pasalnya, virus antrax bisa hidup dalam spora dan terbenam di tanah selama 100 tahun.

sapi

Apalagi wabah Antraks kini tengah menjangkiti hewan ternak di beberapa daerah di provinsi tetangga, Sulawesi Selatan. Tak ingin kecolongan, pemerintah akan memperketat keluar masuk ternak sapi di Sultra. Selain itu, pemeriksaan hewan ternak akan diintensifkan lagi. Terutama daging sapi yang akan dijual di pasaran.

Kepala UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Sultra, Ir Muhammad Nur Syamsi menjelaskan, Antraks merupakan penyakit menular akut dan sangat mematikan disebabkan bakteri bacillus anthracis. Penyakit ini bersifat zoonosis. Artinya, wabah ini tidak hanya dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Proses penanganannya harus lebih intensif. Tak heran, semua aspek yang dianggap menjadi potensi penyebaran virus ini menjadi perhatian. Sejauh ini, ia cukup meyakini penyebaran virus ini belum menyebar di Sultra.

“Memang benar, Sultra belum terbebas dari penyebaran virus Antraks. Namun sejauh ini belum ada kasus yang kami temukan. Melalui uji labortorium, vaksinasi dan upaya lainnya, wabah virus ini bisa diantisipasi. Yang menjadi perhatian, yakni jalur masuknya ternak di Sultra. Sebab hal ini yang berpotensi membawa virus berbahaya ini. Makanya, kami telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota. Terutama daerah yang menjadi pintu masuk seperti Kolaka, Kolaka Utara, Bombana dan Kendari,” kata Nur Syamsi, Kamis (2/6).

Sebelum masuk, kesehatan hewan ternak akan diperiksa. Bila positif, maka tidak akan diizinkan. Makanya, petugas kesehatan telah diinstruksikan selalu stand by. Selain itu, pemerintah melakukan pemantauan, terlebih bila ada sapi yang masuk tanpa sepengetahuan petugas. Sebelum di jual ke pasaran, petugas kesehatan akan memeriksa sapi yang masuk ke Rumah Potong Hewan (RPH). “Jelang ramadan hingga lebaran, pengawasan yang kami lakukan lebih ketat.

Apalagi kebutuhan daging sapi cukup meningkat. Meskipun stok daging lokal masih mencukupi, tetapi terkadang ada distributor yang memilih membeli ke daerah lain. Selain lebih murah, juga sebagai stok mengantisipasi melonjaknya permintaan. Selain wabah Antraks, kami juga fokus memeriksa kesehatan hewan ternak berpenyakit. Terutama hewan yang terjangkit cacing usus, kaki busuk dan lainnya. Bila tidak ditangani, maka virusnya akan menjangkiti manusia,” jelasnya. (b/mal)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top