52 Proyek di Koltim Bermasalah – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Kolaka Timur

52 Proyek di Koltim Bermasalah

kendaripos.fajar.co.id,TIRAWUTA—Temuan kerugian keuangan negara hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) perwakilan Sultra pada 52 proyek di Koltim mulai mencuat. Orang-orang yang terlibat dalam proyek bermasalah itu diminta untuk mengembalikan kerugian keuangan negara.
“Dari 52 paket proyek temuan BPK yang terindikasi menyebabkan kerugian negara, 44 diantaranya berada di Dinas PU. Pemerintah telah berupaya mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan ini kepada pihak-pihak yang dianggap bermasalah,” ungkap Kepala Inspektorat Koltim, La Ode Muhammad Izhak saat hearing di DPRD Koltim, Kamis (2/6).

Sejak hasil audit keluar, kata dia lembaganya mewakili bupati dan SKPD telah menyampaikan surat kepada orang yang terlibat dalam pelaksanaan paket proyek agar mengembalikan temuan BPK yang dianggap sebagai kerugian negara.

Saat ini, kata dia temuan BPK belum bisa dikatakan kerugian negara. Menurutnya, itu lebih pantas disebut sebagai indikasi atau potensi kerugian negara. Sebab, sampai saat ini duit yang dianggap menjadi kerugian negara, 35 persen telah dikembalikan. Sayangnya ia tak bisa memperlihatkan bukti-bukti bila rekanan telah mengembalikan duit yang dinilai sebagai kerugian negara.

Sedangkan pihak yang belum mengembalikan temuan, katanya telah membuat pernyataan-pernyataan tentang kesanggupan untuk mengembalikannya. Dan, itu sudah masuk sebagai potensi piutang daerah.

Saat ini pemerintah daerah punya Memorandum of Understanding (MoU) dengan kejaksaan. Apabalia mereka tidak menyahuti untuk menyelesaikan temuan BPK. Dan, apabalia tidak tuntas diselesaikan di DPRD dan pemerintah setempat, maka akan dilaporkan kepada penegak hukum.

Sementara itu, Sekdis PU Koltim, Bio Mansyur mengakui bila 44 paket proyek di PU Koltim yang terindikasi merugikan keuangan negara. Sayangnya, ia tidak menyebutkan nominal kerugian negara atas seluruh pelaksanaan proyek tersebut.

Yang pasti, lanjutnya, semua sudah dalam penanganan. Bahkan beberapa rekanan sudah mengembalikan keuangan negara. “Meskipun belum semua rekanan yang mengembalikan temuan tersebut. Kami telah membuat surat teguran agar rekanan mengembalikan temuan BPK,” paparnya.

Hingga kini, duit kerugian negara yang dikembalikan rekanan sebesar Rp 268 juta. “Sudah ada kuitansi pengembalian hanya saja belum sampai di PU. Setelah kami terima, maka kami akan serahkan ke inspektorat sebagai tanda bukti,” katanya.

Bio meyakinkan, lembaganya berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini. Sebab, bupati dan inspektorat terus memerintahkan penyelesaian permasalahan ini. “Seandainya BPK memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk memberikan telaah dari hasil audit, maka jumlah temuan tidak akan seperti itu. Hanya saja BPK langsung mengesahkan,” tuturnya. (ramadan)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top