Tersangka Korupsi Pembangunan Kantor Bupati Konut Ditahan – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Hukum & Kriminal

Tersangka Korupsi Pembangunan Kantor Bupati Konut Ditahan

kendaripos.fajar.co.id,UNAAHA—Kejaksaan Negeri (Kejari) Unaaha resmi menahan Camat Wiwirano, Yani Sumarata yang menjadi tersangka perkara dugaan korupsi proyek pembangunan kantor bupati Konawe Utara (Konut) tahap II dan III tahun 2010. Tersangka yang juga merupakan mantan Kepala Bagian Pemerintahan Konut memenuhi panggilan penyidik Rabu (1/6) sekitar pukul 11.30 Wita setelah dijemput oleh jaksa di tempat tugasnya di Konut.

Sebelum dibawa ke Rutan Kelas II A Kendari, tersangka lebih dahulu dimintai keterangan oleh jaksa sekitar 30 menit seputar pembangunan kantor
Bupati Konut yang ditaksir merugikan keuangan negara hingga Rp 2 miliar tersebut. Kepala Kejari Unaaha, Saiful Bahri Siregar, SH melalui Kasiintel, Ikwan, SH menjelaskan, tersangka bertindak selaku Kuasa

Pengguna Anggaran (KPA) atas proyek tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan di Kejaksaan Tinggi Sultra, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka bersama beberapa pejabat di Konut untuk pembangunan gedung tahap II dan III tahun 2010-2011. Dalam proyek pembangunan, tersangka diduga memanipulasi laporan hingga ada kelebihan pembayaran. Dalam kasus tersebut penyidik menemukan adanya pencairan dana yang melebihi pagu anggaran. Dana tersebut mengalir ke PT. Voni Bintang Nusantara selaku kontraktor milik Siodinar yang telah ditetapkan jadi tersangka terlebih dulu. “Atas temuan penyimpangan ini, kerugian negara yang ditimbulkan mencapai Rp 2,3 milliar lebih dari total anggaran sekitar Rp 15,8 miliar. Kasus ini sebenarnya ditangani Kejati Sultra, setelah itu dilimpahkan pada kami, karena kasus yang terjadi berada di wilayah hukum Kejari Unaaha,” jelasnya, kemarin.

Kasus ini terungkap setelah pihak kejaksaan mendapat laporan hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kelebihan pembayaran dan kesalahan kontrak kerja. Proyek tersebut dianggarkan Rp 15,8 miliar yang dibagi dalam dua tahap dari tahun 2008-2010. Tahap pertama tahun 2008 sebesar Rp 7,3 miliar. Kemudian pada 2009 kembali dianggarkan sebesar Rp 2,4 miliar. Sedangkan pada tahap dua dianggarkan sebesar Rp 5,9 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Voni Bintang Nusantara tanpa melalui proses tender dan mendapat persetujuan langsung dari Bupati Konawe Utara saat itu, Aswad Sulaeman. Dalam kasus ini, penyidik kejaksaan tinggi Sultra telah menahan 10 orang tersangka. Sementara Aswad Sulaeman yang juga berstatus tersangka, belum juga diproses. Beberapa orang diantaranya bahkan sudah divonis hukuman penjara oleh majelis hakim tindak pidana korupsi Kendari. (def)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top