SBMPTN Lancar, Pendaftaran Ulang Secara Manual – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Edukasi

SBMPTN Lancar, Pendaftaran Ulang Secara Manual

Siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi melalui jalur melakukan pendaftaran ulang secara manual di gedung Rektorat UHO, Selasa (31/5/2016)

Siswa yang telah dinyatakan lulus SNMPTN  melakukan pendaftaran ulang secara manual di gedung Rektorat UHO, Selasa (31/5/2016)

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pelaksanaan ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada hari pertama berjalan lancar dan tertib. Sebanyak 11.619 peserta berusaha memberikan jawaban terbaik untuk memperebutkan 2.363 kursi yang disiapkan Universitas Halu Oleo (UHO). Namun, jam pertama ujian, masih banyak peserta yang kesasar karena tidak mengetahui lokasi dan ruang ujiannya.

Hasil pantauan Harian Kendari Pos, beberapa peserta terlambat mengikuti ujian karena kebingungan mencari lokasi tesnya. Mereka tidak melakukan pengecekan ruang ujian sehari sebelum pelaksanaan SBMPTN. Peserta yang terlambat tetap diberikan kesempatan mengikuti ujian dengan konsekuensi tidak diberikan toleransi perpanjangan waktu.

Salah seorang peserta SBMPTN yang kesasar bernama Ahmad. Pria yang memilih jurusan Bahasa Inggris mengaku mengelilingi kampus UHO untuk mencari gedung Fakultas Kedokteran. Hampir satu jam waktunya habis hanya digunakan untuk mencari ruang ujian. “Saya baru pertama kali masuk di kampus ini. Saya sempat kewalahan mencari,” katanya. Ahmad hanya pasrah dengan sisa waktu yang dimiliki untuk menyelesaikan soal SBMPTN.

Ketua Panitia SBMPTN UHO, Prof. La Rianda mengungkapkan, seluruh pelaksanan SBMPTN berjalan lancar tanpa kendala apapun. Pesoalan adanya peserta yang terlambat merupakan kecerobohan peserta akibat tak memastikan lebih awal lokasi tesnya. “Seharusnya peserta mengecek lokasi tes sehari sebelum mengikuti seleksi,” katanya. Wakil Rektor Bidang Akademik UHO ini menambahkan, SBMPTN menetapkan tiga sesi ujian. Sesi 1 untuk sains dan teknologi, sesi 2 untuk sosial humaniora dan sesi 3 campuran.

Untuk memastikan pelaksanan SBMPTN berjalan lancar, Rektor UHO Prof Usman Rianse turut memantau pembukaan soal dan pendistribusian ke setiap ruangan. Rektor sudah hadir pukul 06.30 wita. Terkait kemungkinan adanya joki, Usman Rianse memberikan warning keras. Jika ada yang ditemukan, maka peserta itu akan didiskualifikasi. “Kalau ada joki kami laporkan kepada pihak berwajib. Sebab, itu tindak pidana. Harus diproses hukum berdasarkan peraturan berlaku,” katanya.

Untuk mencegah hal tersebut, pihaknya menggerakan 1.600 pengawas untuk memantau jalannya seleksi di 580 ruangan yang tersebar di UHO dan beberapa sekolah yang ada di Kota Kendari. Terkait pemeriksaan tes, pihaknya akan tetap menggandeng Insititusi Teknologi Surabaya (ITS) sebagai mitra.

Sementara itu, Sekretaris Panitia SBMPTN UHO, Suardin menuturkan, pada waktu yang bersamaan sebanyak 3.793 orang yang telah dinyatakan lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) melakukan pendaftaran ulang melalui loket yang telah disiapkan oleh panitia. Menurut Suardin, pelaksanan pendaftaran ulang kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. “Tahun lalu pendaftaran ulang dilakukan secara online. Tahun ini, kami kembali terapkan sistem manual,” ujar Suardin.

Kepala Biro Akademik dan Kembahasiswa UHO ini mengatakan, berubahnya sistem pendaftar ulang akibat belum siapnya sistem online. Bagi calon mahasiswa yang mendaftar ulang, hanya perlu melapor ke Kantor Biro Akademik dan Kemahasiswaan UHO dengan membawa kartu tanda peserta SNMPTN dan SKL atau SKHU yang asli. Setelah itu, mereka akan mendapatkan formulir surat pernyataan untuk Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Bidikmisi. “Ada kendala teknis belum terselesaikan. Olehnya itu, panitia membukan pendaftaran secara manual,” ujarnya.

Kendati tidak pendaftaran ulang dilakukan manual, lanjut Suardin, mulai tanggal 1-17 Juni calon mahasiswa tetap memiliki kewajiban melakukan registrasi dan melengkapi borang yang tersedia di website resmi UHO. Sekaligus melakukan pembayaran UKT yang nominalnya sesuai Surat Keputusan Rektor, melalui bank yang telah ditunjuk. Pemeriksaan Kesehatan dijadwal tanggal l2-20 Juni dengan biaya yang telah ditentukan. “Terakhir, mulai tanggal 14-30 Juni, calon mahasiswa harus melengkapi syarat pendaftaran. Di antaranya, menyetor fotokopi kartu tanda peserta SNMPTN 2016, fotokopi SKL atau SKHU yang sudah dilegalisir, pas foto, slip pembayaran UKT, surat keterangan hasil pemeriksaan kesehatan, dan persyaratan lainnya,” katanya. (hadrian)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top