Berapa Anggaran Pembangunan RS Modern Muna? Nih Datanya – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Sulawesi Tenggara

Berapa Anggaran Pembangunan RS Modern Muna? Nih Datanya

kendaripos.fajar.co.id, RAHA-Pemerintah Daerah (Pemda) Muna, menyahuti permintaan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna, untuk mengaudit penggunaan anggaran pembangunan Rumah Sakit (RS) Modern, Kabupaten Muna. Untuk itu, Pemda telah berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sultra. Rencananya, BPKP akan turun mengecek fisik bangunan tersebut.

RSUD Muna

“Kami sudah konsultasi, prinsipnya BPKP siap turun mengaudit berapa anggaran yang sudah digunakan untuk pembangunan RS Modern ini. Apakah sudah sesuai dengan fisik atau belum,” ungkap Kabag Pembangunan Pemda Muna, Muh. Said ST MT, kemarin.

Awalnya, dewan meminta dilakukan audit menyusul adanya permintaan tambahan anggaran dari Pemda sebesar Rp 4 miliar untuk menuntaskan bangunan RS tersebut. Namun, para wakil rakyat ini tidak serta merta menyahuti tambahan anggaran tersebut. Mereka ragu jangan sampai anggaran itu tumpang tindih.

Belum lagi, anggaran sebesar Rp 87 miliar yang bersumber dari pinjaman Pemda pada Pusat Investasi Pemerintah (PIP) yang digunakan, tidak menyelesaikan bangunan. Masih ada satu bangunan VIP yang belum tuntas.
Menurut Said, pada prinsipnya untuk penggunaan anggaran Rp 87 miliar tidak jadi masalah. Pembangunan RS itu sudah rampung 100 persen dari nilai kontrak awal sebesar Rp 87 miliar. Dari awal total anggaran untuk merampungkan semua bangunan anggaran yang dibutuhkan sebesar Rp 99 miliar.

Kini, anggaran yang digunakan baru Rp 87 miliar. Masih kurang Rp 12 miliar lagi. Dari jumlah itu, masih ada Sisa Hasil Tender (SHT) sebesar Rp 4 miliar dari total pinjaman di PIP Rp 91,6 miliar. Kemudian, di APBD 2016 pengadaan lift sebesar Rp 3,6 miliar. Jadi masih kurang Rp 4 miliar untuk bangunan VIP dan kekurangan lantai 1 serta lantai 2.

“Untuk pengadaan lift direncanakan anggarannya akan ditukar dengan SHT. Karena, PT SMI tidak memperbolehkan untuk melanjutkan pembangunan yang ada. Harus menggunakan sistem pekerjaan baru. SHT itu untuk pengadaan lift, sementara anggaran pengadaan lift akan dialihkan untuk merampungkan tiga bangunan yang ada,” tandasnya.

Said juga memastikan tidak akan ada tumpang tindih dalam pengguna anggaran pembangunan rumah sakit ini. Tambahan anggaran sebesar Rp 4 miliar direncanakan untuk menuntaskan bangunan VIP.

“Insya Allah tidak akan tumpang tindih. PT Waskita selaku kontraktor, mengerjakan pekerjaan sesuai dengan anggaran yang tersedia. Tapi, kita akan lihat setelah BPKP melakukan pemeriksaan,” katanya. (gol/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top