Astaga! Pulau Labengki Dijual – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Astaga! Pulau Labengki Dijual

Teluk Cinta, slaah satu pesona keindahan di Pulau Labengki, Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. foto;internet

Teluk Cinta, slaah satu pesona keindahan di Pulau Labengki, Konawe Utara, Provinsi Sulawesi Tenggara. foto;internet

kendaripos.fajar.co.id,WANGGUDU—Pulau Labengki di Kecamatan Lasolo masuk dalam zona konservasi di bawah naungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sultra. Informasi yang berhembus, gugusan pulau di wilayah itu diperdagangkan pada investor untuk kepentingan wisata.
Padahal Labengki sendiri berada dalam kawasan konservasi yang dilindungi keberadaannya oleh undang-undang, termasuk keanekaragaman hayati yang tumbuh dan hidup didalamnya. Keberadaan gugusan keindahan pulau Labengki itupun mulai dilirik oleh wisatawan dari luar negri.

Informasi yang dihimpun, beberapa pulau kecil yang berada direntetan pulau Labengki berupa gugusan bukit telah ada yang diperjualbelikan pada investor untuk kepentingan usaha wisata dipulau itu. Namun dari sektor itu, pemerintah daerah seakan tak mendapatkan apa-apa dari pengelolaan Labengki menjadi wisata.

Nurtan Jaya, Anggota DPRD Konut dari Komisi C bidang kesehatan, pendidikan dan pariwisata mengaku telah mendengar informasi itu. Siapa yang menjual dan pembelinya, ia belum mendapat keterangan lebih jauh. Informasi itu diperoleh dari masyarakat Labengki. “Informasi yang disampaikan oleh warga, ada indikasi pulau diperjualbelikan terutama pulau-pulau kecil yang ada di Labengki. Makanya, kita akan konsultasi terlebih dahulu dengan pihak BKSDA sejauh mana kewenangannya,” kata politisi asal PDIP itu.

Jika indikasi penjualan pulau kecil di Labengki pada investor terbukti, DPRD akan menggandeng pihak kepolisian. Sebab, hal itu sudah masuk dalam ranah pidana. Apalagi, daerah Konut yang merupakan wilayah administrasi pemerintahan Konut tidak mendapatkan sumber dari PAD dari sektor wisata Labengki.

Di tempat terpisah, Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yade Rianto, mengatakan, sudah ada tiga investor yang melakukan pengelolaan wisata Pulau Labengki. Namun, mantan Sekdis Pariwisata itu enggan menyampaikan ke publik ketiga investor wisata yang dimaksud. “Saya tidak tau juga nama investornya. Karena yang mengeluarkan izin bukan kami, tapi BKSDA,” ujar Yade Rianto, pekan lalu.

Yade mengaku, dirinya tidak tahu menahu masalah Labengki, karena persoalan perizinan mutlak dikeluarkan oleh BKSDA, karena Labengki masuk dalam wilayah konservasi dibawah naungan BKSDA Sultra. (helmin)

Komentar

komentar

To Top