Telinga, Indikator Kesehatan Anda – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kesehatan

Telinga, Indikator Kesehatan Anda

sakit-kepala-karena-gangguan-telinga1

kendaripos.fajar.co.id Bagi banyak orang, kotoran telinga hanyalah sekresi tubuh manusia yang harus dibersihkan dan jangan sampai menyumbat telinga. Namun, tahukah bahwa bau dari kotoran telinga ternyata juga bisa jadi indikator kesehatan?

Membersihkan telinga dari kotoran ibarat membuang informasi penting. Berdasarkan penelitian di Monell Chemical Senses Center, Philadelphia, Amerika Serikat, kotoran telinga dari berbagai ras memiliki bau tertentu yang dapat menjadi indikator tentang kesehatan seseorang.

Penelitian telah menunjukkan, gen yang terkait dengan kecenderungan seseorang untuk memiliki bau ketiak -disebut ABCC11- juga terkait dengan warna dan tekstur kotoran telinga mereka. Salah satu varian dari ABCC11 yang biasanya ditemukan pada orang keturunan Asia Timur, menyebabkan kotoran telinga kering, berwarna putih dan bau badan kurang.

BACA JUGA :  Berat Badan Bertambah Usai Menikah

Sedangkan varian lain dari gen yang sebagian besar ditemukan di antara orang-orang keturunan Afrika dan Eropa, menyebabkan kotoran telinga menjadi basah dan berwarna kuning kecokelatan, dan juga lebih mungkin menyebabkan bau badan.

Dalam studi yang mengaitkan bau badan dengan penyakit, ABCC11 telah menjadi hubungan antara keduanya. Sebagai contoh, sebuah studi 2009 yang dipublikasikan dalam The FASEB Journal menemukan varian gen yang menyebabkan ketiak berbau dan kotoran telinga basah juga terkait dengan peningkatan risiko kanker payudara.

BACA JUGA :  Keuntungan Pria "Kencani" Wanita Mandiri

‘’Ternyata, jenis kotoran telinga telah dikaitkan dengan gen yang mengarah ke bau ketiak seseorang. Ini mungkin menjadi petunjuk menyelamatkan nyawa dengan deteksi dini dan pengobatan kanker payudara,’’ kata Dr Gerald Weissmann, seperti dilanisr laman Medical Daily.

Para peneliti mengambil sampel kotoran telinga dari 16 laki-laki, yang setengahnya adalah orang Asia Timur dan setengahnya lagi orang Eropa. Kemudian sampel itu dipanaskan dalam botol sampai mulai melepaskan bau. Bau yang secara molekuler dikenal sebagai senyawa organik volatil (volatile organic compounds atau VOC) itu kemudian dianalisis melalui spektrometri massa gas kromatografi yang mengidentifikasi setiap molekul. Hasil pengujian menunjukkan bahwa 12 VOC hadir di antara semua laki-laki.

BACA JUGA :  Hati-hati Menggunakan Cat Kuku Bisa Memicu Kanker

Diketahui pula adanya perbedaan yang jelas antara kedua kelompok etnis, seperti 11 dari 12 VOC hadir pada konsentrasi yang lebih tinggi pada laki-laki berkulit putih dibanding pria Asia. Karena kotoran telinga dibuat dari campuran keringat dan lemak. Para peneliti percaya hal itu bisa menjadi sumber untuk tahap awal penyakit. (nhk)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top