5 Prosedur Keselamatan dalam Pesawat – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Ekonomi & Bisnis

5 Prosedur Keselamatan dalam Pesawat

keselamatan-pesawatkendaripos.fajar.co.id — Pesawat merupakan penemuan paling mutakhir dalam sejarah umat manusia. Bahkan manusia zaman dulu tidak akan pernah menyangka bahwa manusia dapat terbang di udara. Kini, pesawat sudah dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh dunia. Kita semua dapat merasakan dan menikmati pemandangan alam dari atas langit. Akan tetapi, perjalanan udara memang sangat beresiko. Oleh karena itu setiap detail yang ada, perlu diperhatikan agar Anda dapat sampai tujuan dengan selamat.

Mungkin Anda heran ketika pesawat menawarkan harga murah. Terlebih lagi jika Anda melihat penawaran tiket online, misalnya Anda ingin cek harga tiket Air Asia di Traveloka. Anda akan terkejut dengan harganya. Meskipun murah, bukan berarti bahwa maskapai penerbangan seperti Air Asia menurunkan kualitas keamanan bagi penumpangnya. Hal itu terbukti dengan adanya penghargaan dari Skytrax, yaitu World’s Best Low Cost Airline yang diperolah maskapai Air Asia selama 5 tahun berturut-turut. Apa yang dilakukan maskapai penerbangan tersebut adalah memaksimalkan kuota pesawat, namun tidak menurunkan kualitas.

Meskipun demikian, Anda yang suka bepergian juga perlu menerapkan dan memerhatikan prosedur keselamatan dalam pesawat. Prosedur keselamatan ini akan didemonstrasikan oleh awak kabin, seperti pramugari atau pramugara. Biasanya akan ada satu pramugari yang berada di lorong untuk memeragakan alat-alat penyelamatan diri, sementara satu orang pramugari yang lain akan menjelaskan detailnya melalui pengeras suara. Uniknya, demonstrasi ini kadangkala disampaikan dengan cara yang atraktif. Hal itu bertujuan agar penumpang memerhatikan. Hanya butuh waktu kurang lebih 5 menit dalam demonstrasi ini. Anda perlu memerhatikan dengan seksama, terutama bagi Anda yang baru pertama kali menaiki pesawat. Adapun, prosedurnya dijelaskan dalam poin-poin berikut ini.

  1. Sabuk Pengaman (Safety Belt)

Sabuk pengaman adalah alat pertama yang wajib Anda perhatikan penggunaannya. Itu karena sabuk pengaman sangat penting untuk melindungi Anda agar tidak terlempar saat terjadi guncangan pesawat atau hal-hal yang tidak diinginkan lainnya. Sabuk ini terdiri dari dua jenis, yaitu sabuk untuk orang dewasa atau anak-anak dan sabuk untuk bayi. Pakailah sabuk ini selama Anda duduk di kursi, terutama saat lampu penanda penggunaan sabuk pengaman menyala. Jangan ragu-ragu untuk meminta tolong kepada pramugari, apabila Anda mengalami kesulitan saat menggunakannya. Pramugari akan mengecek sabuk pengaman semua penumpang ketika akan lepas landas dan mendarat. Selain itu, Anda perlu untuk belajar membuka dan melepaskannya dengan cepat. Agar nantinya Anda tidak mengalami kepanikan untuk membuka sabuk pengaman ketika hal yang tidak diinginkan terjadi.

  1. Masker Oksigen (Oxygen Mask)

Penggunaan masker oksigen dilakukan apabila tekanan udara dalam kabin (cabin altitude) melebihi batas yang telah ditentukan. Tekanan udara di kabin sendiri berbeda dengan tekanan udara yang ada di luar ruangan. Saat situasi tersebut terjadi, masker oksigen akan otomatis keluar. Jika hal tersebut terjadi, pakaikan segera masker pada mulut Anda. Sebaiknya, Anda melakukannya dalam waktu kurang dari 15 detik. Biasanya jika dalam keadaan panik, dalam waktu yang relatif singkat, Anda sudah bisa kehabisan napas.

Utamakan penggunaan masker terhadap diri sendiri, barulah kemudian orang lain, misalkan anak-anak. Hal itu karena, Anda tidak dapat menyelamatkan orang lain, apabila Anda sendiri tidak dalam keadaan aman. Saat Anda seudah menggunakan masker oksigen, pastikan bahwa sabuk pengaman Anda sudah terpasang dengan baik. Kemudian Anda dapat bernapas perlahan-lahan hingga bernapas seperti biasa. Setelah Anda aman, barulah Anda bisa membagi masker oksigen tersebut kepada orang lain.

Selain kelebihan udara dalam kabin, masker oksigen juga dapat otomatis turun apabila terjadi dekompasi (decompression) yang berarti tekanan udara yang tiba-tiba menghilang. Kehilangan tekanan tersebut bisa terjadi karena dua hal. Petama kehilangan tekanan secara perlahan-lahan, seperti adanya lubang kecil atau kegagalan alat pengukur tekanan udara. Kedua, tekanan udara yang hilang secara cepat, seperti ketika ada lubang yang besar saat pintu terlepas dari badan pesawat.

  1. Baju Pelampung (Life Vest)

Baju pelampung berguna untuk evakuasi apabila pesawat mendarat di laut. Baju pelampung ini berada di bawah tempat duduk Anda. Untuk memastikannya, coba raba bagian bawah tempat duduk ada. Jika tidak ada, segera informasikan kepada pramugari. Baju pelampung ini terdiri dari baju pelampung untuk dewasa dan untuk anak-anak atau bayi. Penggunaan baju pelampung dilakukan ketika lampu indikator menyala. Lampu ini akan menyala ketika pesawat terendam air. Pakailah baju pelampung tersebut, namun jangan digelembungkan ketika masih berada di dalam pesawat. Anda bisa menggelembungkannya jika sudah dekat dengan pintu keluar atau pintu darurat. Cara menggelembungkannya ada dua. Pertama dengan menarik tuas yang ada sehingga pelampung akan terisi udara dengan sendirinya. Apabila hal tersebut tidak bisa dilakukan, gunakan cara kedua, yaitu dnegan meniupnya secara manual.

  1. Jalur, Pintu Evakuasi, dan Rakit Keselamatan

Sebelumnya, ketika akan melakukan lepas landas, pramugari akan menyampaikan mekanisme penyelamatan untuk mengantisipasi apabila terjadi maslah. Pertama, Anda akan diminta untuk menaruh barang bawaan Anda di atas ruang penyimpanan atau di hadapan kursi duduk Anda. Hal itu berguna agar barang bawaan Anda tidak menghalangi jalan ketika dilakukan proses evakuasi. Kedua, Anda akan diminta untuk menegakkan sandaran kursi Anda. Hal itu karena kursi yang miring dapat menyebabkan Anda terlepas dari tempat duduk Anda. Selain itu, tempat duduk yang miring dapat menghambat laju evakuasi. Hal tersebut juga berlaku untuk meja yang harus dilipat dan sandaran tangan yang perlu dinaikkan untuk mempermudah evakuasi. Ketiga, Anda akan diminta untuk menonaktifkan alat elektronik Anda mulai dari telepon selular, tablet, dan laptop. Hal itu karena alat-alat tersebut memancarkan sinyal yang mengganggu sinyal navigasi di dalam kokpit. Namun, Anda dapat menggunakannya kembali saat pesawat sudah lepas landas. Hal tersebut dapat diketahui dari indikator sabuk pengamanyang telah dipadamkan. Untuk telepon selular, diharapkan Anda menggunakan mode di dalam pesawat (flight mode).

  1. Kartu Keselamatan (Safety Information Card)

Kartu keselamatan berguna apabila Anda melewatkan penjelasan yang disampaikan oleh awak kabin atau pramugari. Selain itu, kartu ini juga mengingatkan Anda apabila Anda melupakan informasi yang telah disampaikan dalam demonstrasi evakuasi. Kartu keselamatan ini berada di depan tempat duduk Anda. Anda dapat membacanya kapan saja saat Anda membutuhkan.

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top