Aswas: Jaksa Jangan Coba-coba ‘Main Mata’ – Kendari Pos Online
Metro Kendari

Aswas: Jaksa Jangan Coba-coba ‘Main Mata’

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Maraknya oknum jaksa yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini menjadi perhatian khusus Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra. Bukan rahasia jika ada sejumlah oknum di korps Adhyaksa yang kerap menawarkan lobi dalam penanganan sebuah kasus, hingga tawar menawar lama tuntutan hukuman. Jika permintaannya tak dipenuhi pihak terdakwa, maka jaksa dapat saja memberikan tuntutan maksimal.

ASWASSSSSSSSS

Untuk meminimalisir perilaku menyimpang para jaksa di daerah ini, Aswas Kejati Sultra, Yeni Andriani, SH intens melakukan inspeksi pada sejumlah kejaksaan negeri. Langkah itu untuk memastikan seluruh kinerja penegak hukum telah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan tidak ada yang coba-coba “bermain mata” dalam penanganan sebuah perkara.

“Maraknya pemberitaan terkait jaksa yang terjerat operasi tangkap tangan oleh KPK tentunya menjadi perhatian khusus kami, dalam mengawasi kinerja para jaksa dalam menjalankan tugas. Sehingga kasus seperti suap menyuap dalam mengamankan kasus yang melibatkan oknum jaksa tidak terjadi di Sultra,” ujar Yeni Andriani saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (27/4).

Mantan Kajari Pangkep ini mengklaim, dari hasil inspeksinya pada sejumlah Kejari di Kendari, Wakatobi dan Kolaka semua kinerja para jaksa di daerah tersebut telah sesuai dengan SOP. “Kendati begitu, pengawasan terhadap mereka tetap akan terus kami pantau dan ditingkatkan agar hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Andai kami temukan, tentu akan diberikan sanksi tegas sebagaimana peraturan yang ada,” tambahnya.

Alumni Universitas Hasanuddin Makassar ini menambahkan, sepanjang tahun 2015 hingga memasuki April 2016 ini, pihaknya baru menerima dua laporan terkait kinerja jaksa yang tidak maskimal. “Ada dua jaksa yang kami tangani. Dua orang tersebut tidak tersandung persoalan hukum. Hanya dilaporkan oleh masyarakat akibat kurang maksimal menjalankan tugas,” ungkap ibu dua orang anak ini tanpa menyebutkan identitas jaksa dimaksud.

Ditanya terkait modus yang dilakukan oknum jaksa dengan sengaja menunda tahapan penuntutan agar membuka ruang negosiasi dengan terdakwa, mantan Kajari Kendal tersebut mengaku belum mengetahuinya. (b/had)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top