Pengelola Mall Basah: Tidak Pernah Ada Perintah Pasar Digembok – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Pengelola Mall Basah: Tidak Pernah Ada Perintah Pasar Digembok

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Perseteruan pedagang dan pengelola  Mall Basah Mandonga mulai reda. Pagar pasar yang semula digembok kini dibuka. Pedagang pun kembali beraktifitas di kios masing masing sejak pagi tadi (27/4).

????????????????????????????????????

Pemkot Kendari yang dibantu dengan aparat kepolisian memutuskan membuka paksa pagar pasar yang sudah tergembok dua hari sebelumnya.

Proses pembongkaran segel itu sebelumnnya sempat memanas. Ratusan pedagang  anarkis dan memecahkan beberapa pot bunga di depan ruang kerja Walikota Kendari.Beruntung, Satpol aparat keamanan segera bertindak dan mengeluarkan massa dari gedung.

gembok

Beberapa saat melakukan negosiasi, Asisten 1 Pemkot Kendari, Arifin Baidi mengabulkan tuntutan pedagang untuk membuka paksa gembok pasar. Para pedagang pun bertolak kembali ke pasar untuk menata dagangannya. “Urusan sewa kios itu kita bicarakan belakangan dengan pengelola, kita biarkan dulu pedagang tetap berjualan, karenanya, Satpol PP tolong dibuka saja gemboknya, biarkan pedagang masuk,” jelas mantan kabag humas tersebut di hadapan seluruh pedagang.

Secara terpisah pimpinan PT. Kurnia, Lilis membantah telah mengeluarkan perintah untuk melakukan penyegelan dan melarang pedagang masuk. Menurut dia, banyak oknum yang sudah memanfaatkan kebijakan kenaikan sewa lods untuk kepentingan kelompoknya.

Sehingga tercipta kondisi seolah-olah pihaknya tak menghargai pemerintah kota. “Saya tidak pernah suruh anggota saya mengunci pagar, yang benar itu, saya kunci beberapa kios karena mereka itu adalah provokator yang menolak kenaikan sewa itu, lalu mereka pengaruhi pedagang lain untuk tidak berjualan, nah pada saat semua tidak jualan dan berdemo, demi keamanan pasar saya tutup,” jelasnya via selulernya kemarin.

Masalah keputusan menaikan sewa lods kata Lilis memang menjadi satu-satunya pilihan untuk menyelamatkan diri dari ancaman kerugian. Kata dia, Rp 6 juta pertahun merupakan sewa lods termurah yang ada di metro ini. Terlebih status mall basah masih sebagai pasar swasta.

“Sudah 10 tahun saya tidak bisa naikan karena memikirkan pedagang, lalu sekarang sisa kontrak saya tinggal 8 tahun, kalau terus-terus 6 juta bayarannya berarti tidak ada gunanya saya berinvestasi, puluhan miliar loh saya bagun pasar itu, makanya saya naikan Rp12 juta itu bahkan saya samakan dengan pasar pemerintah, kurang baik apa saya sama mereka (pedagang),” paparnya.

Menaggapi keputusan pemerintah membuka gembok itu, Lilis mengaku sudah melunak. Sejak kemarin, Pemkot Kendari melalui Kepala BPKAD, Fatmawaty Faqih sudah membangun komunikasi untuk mengagendakan pertemuan bersama. “Iya, sudah bicara ditelpon. Saya akan penuhi undangan itu, kita akan bicara seperti apa baiknya” ujarnya. (ely)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top