Mereka yang Berkarya Demi Sulawesi Tenggara – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Mereka yang Berkarya Demi Sulawesi Tenggara

kendaripos.fajar.co.id– Hari ini, provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) genap berusia 52 tahun. Telah lebih dari setengah abad, negeri ini berdiri dengan segala kemajuan yang sudah dicapainya. Sejak dilahirkan 27 April 1964 silam, Sultra bermetamorfosa dengan cepat. Bila dulu hanya ada Kabupaten Kendari, Kabupaten Kolaka, Kabupaten Buton dan Muna sebagai penopang provinsi ini, sekarang telah ada 17 daerah otonomi, anak pinak dari empat kabupaten tersebut.

grafis

Setelah 52 tahun berdiri, tentu saja sebagai warga, kita sudah menyaksikan berbagai kemajuan di daerah ini. Ada yang puas dengan capaian ini, meski pastilah banyak yang masih harus dikerjakan pengelola daerah ini agar rakyatnya bisa sejahtera. Sesuatu yang normal dalam sebuah kehidupan berbangsa dan bernegara. Tapi apapun itu, kita tetap bersyukur, apalagi para pemimpin Sultra dari edisi pertama sampai yang sekarang, Nur Alam, mereka sudah mengupayakan banyak hal agar kemajuan terus terlihat.

Sejak diproklamirkan, Sultra sudah punya delapan (8) gubernur. Mulai dari J Wayong hingga Nur Alam yang baru akan menuntaskan tugasnya tahun 2018 nanti. Lalu apa saja peninggalan dan jejak karya para pemimpin Sultra itu? Kendari Pos mencoba merangkumnya dari berbagai sumber, sebagai refleksi ulang tahun Sultra yang ke-52 ini.

1. J. Wayong, Peletak Dasar Pemerintahan (1964-1965)
J Wayong ditunjuk sebagai gubernur pertama Sultra tahun 1964. Ia melakukan langkah-langkah yang diperlukan baik dalam konsolidasi di bidang pemerintahan maupun usaha untuk memperbaiki kehidupan rakyat. Namun tak banyak bisa ia perbuat karena jabatannya hanya setahun. Tanggal 18 Juli 1965, ia diganti dengan gubernur, La Ode Hadi.

2. La Ode Hadi, Penumpas Akar Komunisme (1965-1966)
La Ode Hadi, diangkat sebagai gubernur ke-2 pada tanggal 24 Mei 1965. Pada masa pemerintahannya, muncul pertentangan antara golongan dan diwarnai kekacauan di bidang ekonomi, termasuk adanya upaya makar yang dilakukan PKI. Namun ia memiliki andil dalam membangun sistem berdemokrasi di Sultra.
Di akhir tugasnya, La Ode Hadi berhasil melakukan pembersihan baik di dalam tubuh pemerintahan daerah maupun dalam lingkungan organisasi politik dan masyarakat. Saat mengakhiri masa jabatannya pada tahun 1967, Sultra sudah seratus persen bersih dari sisa-sisa komunis.
3. Delapan Sukses Edi Sabara (1966-1978)
Brigjen Edi Sabara ditetapkan menggantikan La Ode Hadi melalui sidang paripurna DPR-GR provinsi tanggal 24 April 1967. Setelah terpilih, Edi Sabara dengan tekad membangun Sultra sesuai dengan tujuan pembangunan nasional. Ia menerapkan langkah-langkah kebijakan nasional baik yang tertuang dalam GBHN, trilogi pembangunan, panca krida kabinet pembangunan IV dan V. Ia menerapkan delapan sukses dan delapan jalur pemerataan.

4. Abdullah Silondae, Bidan Kelahiran UHO (1978-1982)
Drs. Abdullah Silondae dilantik menjadi gubernur Sultra keempat pada tanggal 23 Juni 1978 oleh Menko Polkam, M. Panggabean. Abdullah Silondae fokus pada peningkatan sumber daya manusia. Dengan membangunan sejumlah fasilitas dan sarana pendidikan. Dari perjuangan yang gigih tersebut, pada bulan Agustus 1981 berdirilah Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

5. Ir H Alala, Konseptor Gersamata (1982-1987)
Gubernur Ir. H. Alala datang dengan gagasan dan strategi pembangunan wilayah pedesaan yang dinamakan Gerakan Desa Makmur Merata atau lebih dikenal dengan semboyan “Gersamata”.

6. La Ode Kaimuddin, Pionir Tata Kota (1992-2002)
Gubernur Drs. H. La Ode Kaimuddin datang dengan strategi penataan Kota Kendari sebagai ibukota Sultra. Sarana jalan dan penataan rumah-rumah penduduk dilakukan agar lebih indah dan memenuhi standar sebuah kota ideal. Hasilnya, wajah Kota Kendari berubah. Bila dulu hanya memiliki satu jalur diubah menjadi kota Modern. Bahkan pembangunan dan penataan kota yang dirasakan saat ini, berkat andilnya.
Di periode keduanya sebagai Gubernur, yakni 1997 hingga 2002, Kaimoeddin pemberdayaan ekonomi kerakyatan melalui aplikasi strategi “Lima Sehat Empat Sempurna”. Pemberdayaan ekonomi rakyat senantiasa menjadi perhatian dalam pembangunan sepanjang masa, karena misi pemberdayaan ekonomi rakyat lahir dari kegagalan pendekatan pembangunan yang bersifat “top down”.

7. Ali Mazi, Fenomenal dan Monumental (2003-2008)
Besar di ibukota Jakarta, dan menjadi gubernur pertama Sultra yang dipilih di era reformasi, memberi banyak kemudahan bagi Gubernur Ali Mazi dalam memimpin Sultra. Ia dilantik tahun 2003 lalu, dan langsung memberi efek luar biasa. Gerakan ekonomi rakyat yang dikenal dengan konsep Stelsel Masyarakat Sejahtera (SMS) menuju Sultra Raya 2020, adalah gagasan paling brilian di eranya.
Karya spektakuler pria yang hanya satu periode memimpin Sultra ini dan sekarang bisa dinikmati, adalah pembangunan dan perluasan Bandara Haluoleo dan Pelataran MTQ Square yang kini menjadi salah satu ikon Kota Kendari. Tugu MTQ, yang meski belum sempurna dibangun, tetaplah dinobatkan sebagai sebuah karya femomenal dan monumental.

8. H Nur Alam, Bahteramas untuk Semua (2008-2018)
Kisah Nur Alam sebagai seorang Gubernur Sultra memang memikat. Terpilih melalui mekanisme pemilihan langsung, pria yang juga politisi ini memimpin Sultra sejak 18 Februari 2008 silam, dan baru akan berakhir 2018 nanti. Gagasannya seringkali sulit dinalari mereka yang tidak visioner. Ia muncul dengan konsep Bahteramas alaias Bangun Kesejahteraan Masyarakat (Bahtermas).
Dalam konsepnya, bahteramas fokus pada tiga program prioritas yakni pendidikan, kesehatan dan pemberian dana block grant sebesar Rp 100 desa/kelurahan. Ia juga sedang menyelesaikan pembangunan 9 kawasan industri strategis. Karyanya, Rumah Sakit Bahteramas, BLP, Jembatan Bahteramas dan Mesjid Al Alam yang sedang diselesaikan.(***)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top