Wah, BKN Curiga 30 PNS Bodong ada di Sultra – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Wah, BKN Curiga 30 PNS Bodong ada di Sultra

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI Hasil pendataan ulang yang dilakukan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) mengidentifikasi 57.724 Pegawai Negeri Sipil (PNS) disinyalir fiktif. Nama PNS bodong ini tersebar pada sejumlah instansi pemerintah daerah, vertikal dan pusat. Ternyata keberadaan pegawai fiktif pun terdeteksi di Pemprov Sultra. Dari 7 ribuan PNS, terdapat 30 pegawai yang dicurigai BKN.

????????????????????????????????????

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, Hj Nur Endang Abbas tak menepis temuan tersebut. Namun ia buru-buru menjelaskan, temuan PNS fiktif yang terdeteksi itu merupakan pegawai yang sudah tak aktif lagi. Hanya karena namanya belum sempat dilaporkan atau tak dihapus melalui database BKN sehingga masih tercatat dalam data kepegawaian.

Menurut mantan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPPA) Sultra ini, mereka yang disebut sebagai PNS fiktif diantaranya telah memasuki masa pensiun, mendapat pemberhentian dengan hormat maupun tidak hormat, meninggal dan resign dari pegawai negeri sebelum atau sesudah menerima SK PNS.

“Saya ingin meluruskan, temuan pegawai fiktif itu lebih disebabkan kelalaian administrasi. Kebetulan saja, data kepegawaian di masing-masing SKPD ada yang belum diupdate. Ada PNS yang sudah tidak aktif karena alasan pensiun, mengundurkan diri hingga meninggal namun masih tercatat di SKPD terkait. Makanya, dalam pendataan ulang dan website Simponi Bahteramas sempat terdeteksi,” jelas Nur Endang Abbas, Senin (25/4).

Persoalan data PNS fiktif pun telah tuntas. Katanya, hal ini telah dijelaskan ke pemerintah pusat. Data tersebut diperoleh dari kepegawaian BKN yang dikirimkan ke daerah. Untuk memastikan hal itu, pemerintah telah melakukan kroscek. Dari hasil penelusuran, pihaknya memastikan PNS tersebut sudah tak lagi bekerja dan tak menerima gaji dari pemerintah.

“Setelah beredar informasi itu, kami langsung konsultasi. Makanya, data tersebut kami usulkan untuk dihapus. Kami juga telah kroscek ke BPKAD, memang sudah tak ada pemberian gaji bagi PNS fiktif ini. Makanya, sebetulnya persoalan ini memang sudah clear,” yakin mantan Ketua KNPI Sultra ini. Lebih jauh, Endang mengatakan pendataan ulang ini juga menemukan sekitar 40-an PNS aktif yang belum teregister melalui PU-PNS. Padahal batas pendaftaran berakhir tanggal 31 Maret lalu. Mengenai nasib mereka, pusat belum memutuskan. Hingga kini, daerah masih menunggu petunjuk mengenai status mereka.

Sebelumnya, BKN sempat diibuat geger atas hasil PU-PNS. Dengan adanya temuan 57.724 pegawai fiktif, diestimasi kerugian negara mencapai triliunan rupiah. Asumsinya, gaji PNS bodong berkisar antara Rp 2,5 s.d Rp 5 juta. Sebab PNS bodong yang terdeteksi memiliki golongan IIA hingga IVA. Bahkan sekitar ratusan yang bergolongan IVE. (b/p15/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top