PERINGATAN! Tunda Pelayaran, Gelombang Capai 5 Meter – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

PERINGATAN! Tunda Pelayaran, Gelombang Capai 5 Meter

ilustrasi gelombang laut tinggi. Foto: Int

ilustrasi gelombang laut tinggi. Foto: Int

kendaripos.fajar.co.id, KENDARIBagi pengguna dan operator jasa transportasi angkutan laut untuk lebih waspada. Dalam beberapa hari kedepan, gelombang di perairan Sultra kurang bersahabat. Berdasarkan prediksi Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca ekstrem memicu tinggi gelombang hingga mencapai 5 meter. Terutama di perairan laut Wakatobi, Laut Timur Sultra, perairan Baubau dan perairan menuju Menui Sulawesi Tengah.

Kondisi cuaca yang ekstrem ini dipicu pertemuan angin dan belokan angin pada sebagian wilayah atmosfir Indonesia seperti Pulau Jawa, Sumatera dan Sulawesi. Awan-awan konvektif tumbuh begitu cepat menyebabkan hujan disertai guntur dan angin kencang. Angin yang bertiup dari arah Barat Laut sampai Timur Laut cukup kencang. Dengan kecepatan maksimum mencapai 15 sampai 25 knot memicu tinggi gelombang di sejumlah perairan Sultra.

BACA JUGA :  Menteri Susi Tolak Mentah-Mentah Keinginan Nelayan Kendari, Kok Bisa ?

Kasie Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas menghimbau seluruh aktivitas di wilayah perairan lebih waspada. Bukan hanya armada pelayaran, namun juga bagi para nelayan. Bila cuaca kurang memungkinkan, lebih baik menunda pelayaran. Apalagi tinggi gelombang di perairan Sultra berkisar antara 2,5 hingga 5 meter. Dengan kondisi dan kapasitas armada yang beroperasi di Sultra, itu cukup rentan.

“Di sisi lain, otoritas kepelabunan harus lebih selektif memberikan izin pelayaran. Bila kondisi kurang menguntungkan, untuk tidak mengeluarkan izin. Meskipun terkadang mendapat tekanan dari pihak operator pelayaran. Peringatan dini ketinggian gelombang ini telah disampaikan ke sejumlah instansi terkait. Bukan hanya otoritas jasa pelayaran, namun juga ditujukan ke BPBD, Pemda dan media massa,” kata prakirawan cuaca ini, kemarin.

BACA JUGA :  Selain Butuh Alat Tangkap, Nelayan di Butur juga Keluhkan Maraknya Pengeboman Ikan

Dari 7 wilayah pelayaran, kondisi gelombang normal berkisar antara 0,75 cm hingga 1,5 meter. Namun pada cuaca ekstrem, tinggi gelombang bisa mencapai 5 meter. Perairan Wakatobi, normalnya antara 1 sampai 1,5 meter. Menui-Kendari ketinggian gelombang antara 0,1 hingga 1 meter. Sementara sebelah Timur Sultra berkisar 1 sampai 1,5 meter. Namun kecepatan angin yang mencapai 25 knot atau 50 kilometer perjam memicu ketinggian gelombang maksimum.

Sementara untuk curah hujan, kondisinya cenderung sama dengan pekan lalu. Di Sultra, ada 4 daerah yang diprediksi curah hujan tinggi selama bulan April. Yaitu, Konawe Selatan, Kolaka, Bombana dan Buton. Diperkirakan, curah hujannya mencapai 301 hingga 400 milimeter perbulan. Hujan akan terjadi di hampir sebagian besar wilayah Sultra dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun khusus di daerah yang telah memasuki musim peralihan, hujan akan sering terjadi cukup lebat namun durasinya relatif cepat.

BACA JUGA :  Dua Hari Hilang, Nelayan Asal Moramo Utara Ditemukan Tak Bernyawa

“Pada bulan Mei, curah hujan masih tinggi. Di Buton Utara, curah hujan sangat tinggi antara 401 hingga 500 milimeter perbulan. Makanya, BMKG telah memberikan peringatan pada Pemda Butur untuk melakukan langkah antisipasi. Sementara Konsel dan Kolaka curah hujan masih tinggi yaitu antara 301-400 milimeter. Di Bombana dan Buton sudah turun pada kategori menengah,” jelasnya. (AMAL)

 

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top