Kadis Sosnakertrans Ancam Bunuh Wartawan – Kendari Pos Online
HEADLINE NEWS

Kadis Sosnakertrans Ancam Bunuh Wartawan

Hamsir Madjid

Hamsir Madjid

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI – Kelakuan Kepala Dinas Sosial dan Tenaga Kerja (Sosnakertrans) Kota Kendari, Hamsir Madjid sungguh tidak terpuji. Betapa tidak, Hamsir Madjid mengancam membunuh wartawan ketika hendak dikonfirmasi di kantornya. “Keluar!, keluar kalian!, jangan datang-datang ke sini, atau saya bunuh kalian, kurang ajar,” teriak Hamsir sambil berlagak sembari mengacukan tinjunya di dalam ruangan ditemani sejumlah anak buahnya.

Dua wartawan yang hendak menemuinya kebingungandengan Hamsir Madjid yang tiba-tiba berteriak, namun tak terpancing karena  sempat  terbersit kalimat, “Kajaksaan”. “Kurang ajar kalian, saya bunuh kalian!” sambungnya dengan muka memerah.

Kedua wartawan itu  pun keluar ruangan, namun dua wartawan Kendari Pos yang tengah menjalankan tugas jurnalistik itu justru berusaha ditarik oleh sang kadis. Untungnya dari 15 anak buah Hamsir Madjid, ada satu yang berusaha mendinginkan suasana. “Sudah pak, jangan diladeni, mungkin Kadis saya lagi naik pitam,” ujar Sekretaris Dinasketrans, Paminudin sambil melerai Kadisnya

Informasi yang dihimpun menyebutkan, meluapnya emosi Hamsir Madjid karena tengah galau menyusul pemanggilan oleh pihak Kejari Kendari. Pemanggilan itu terkait dugaan penyimpangan yang ada pada program pengurangan pekerja anak-program keluarga harapan (PPA-PKH) tahun anggaran 2015.

Rupanya Hamsir Madjid menduga wartawanlah yang melaporkan masalah itu ke kejaksaan, sehingga ia dan bendaharanya telah diambil keterangannya.

Untuk diketahui, tahun 2015 lalu Disnakertrans Kota Kendari mendapat anggaran senilai Rp 450 juta dari Kementerian Sosial. Anggaran diperuntuhkan bagi sejumlah anak yang putus sekolah dan bekerja dini di Kota Kendari.

Dalam proses realisasinya, anak-anak putus sekolah yang berstatus sebagai pekerja dilakukan pembinaan selama 1 bulan. Kemudian mereka diberi uang saku sebesar Rp.250 ribu per anak selama lima bulan. Jadi total yang diterima sebesar Rp.1.250.000. Total dana yang tersalur untuk anak-anak dimaksud hanya sebesar Rp 112.500.000, atau hanya 30 persen dari anggaran yang dikucurkan pihak kementrian. Bagaimana sisanya?

Ternyata 70 persen anggaran terserap untuk honorer panitia. Hal itulah yang menyebabkan kasus itu dilaporkan ke pihak kejaksaan. Entah siapa pelapornya, tetapi pihak Kejari Kendari telah memanggil dan meminta keterangan dari Kadis Hamsir Madjid dan bendaharanya.

“Kita telaah dulu laporannya, apabila ada unsur pidana baru kita usut,” kata kasi Intel Kejari Indra SH, ketika itu.

Tindakan Hamsir Madjid kepada wartawan itu terjadi pada Jumat (22/4/2016), namun imbasnya masih berlangsung hingga pekan ini. Sejumlah pihak mengecam aksi “premanisme’ sang kadis.  Ketua PWI Sultra, Sarjono, Ketua Ombudsmen Sultra, Aksa, dan Dirut Kendari Pos, Irwan Zainuddin mengecam sang Kadis dan memintanya untuk meminta maaf. Bahkan, Walikota Kendari, Asrun pun menyanyangkan sikap tak terpuji bawahannya itu. (kendaripos)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Most Popular

Quis autem vel eum iure reprehenderit qui in ea voluptate velit esse quam nihil molestiae consequatur, vel illum qui dolorem?

Temporibus autem quibusdam et aut officiis debitis aut rerum necessitatibus saepe eveniet.

Copyright © 2015 The Mag Theme. Theme by MVP Themes, powered by Wordpress.

To Top