Di Makassar, Sehari 4 Perempuan Menjanda – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
HEADLINE NEWS

Di Makassar, Sehari 4 Perempuan Menjanda

kendaripos.fajar.co.id, MAKASSAR – Pasangan keluarga dari latar belakang pendidikan tinggi dan ekonomi mapan rentan menghadapi perceraian.

Perceraian lebih banyak diajukan oleh kaum perempuan ke Pengadilan Agama, ketimbang laki-laki. Hal itu menunjukan perempuan semakin berani dan tidak takut menyandang status janda.

Hal itu diungkapkan pejabat Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel) Kaswad Sartono. Dia menyebutkan, sepanjang 2015 ada 1.717 kasus perceraian di Kota Makasar. Angka itu sama dengan setiap hari empat perempuan menyandang status janda.

Hal itu dikemukakan Kaswad Sartono dalam diskusi bulanan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Masjid Musallah Indonesia Muttahidah (IMMIM). Pada diskusi itu turut hadir juga Wakil Ketua Pengadilan Agama Sulsel, Harijah Damis,

Lebih jauh Kaswad Sartono mengatakan hingga 2015 kasus perceraian mencapai 10.843 kasus. “Perceraian justru banyak terjadi pada pasangan dengan kondisi ekonomi yang cukup baik,” ungkap Kaswad dilansir Fajar (Jawa Pos Group), Minggu (24/4).

Sebaliknya mereka yang ekonomi rendah justru aman saja. “Penyebab paling tinggi karena tidak harmonis,” ujar dia.

Begitu juga dengan tingkkat jenjang pendidikan. Pasangan dari latar belakagan pendidikan tinggi pun tidak menjamin pernikahannya akan baik-baik saja.

“Saya pernah menangani perceraian dua orang alumni Mesir dan Australia. Bahasa keduanya sudah tidak ada lagi saling hormat. Mereka sudah tidak bisa disatukan lagi,” bebernya.

Atas persoalannya, kursus pra nikah menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka perceraian.

Harijah Damis, mengungkapkan, saat ini perempuan menggugat cerai ke Pengadilan Agama (cerai gugat) semakin banyak.

Data menunjukkan bahwa di Makassar cerai gugat mencapai 1.258. Sementara laki-laki mengajukan cerai (cerai talak) hanya 459 kasus.

“Penyebabnya, banyak perempuan tidak mendapatkan hak batinnya dari suami. Mereka juga tidak memperoleh nafkah. Juga sering ada kasus KDRT. Anak sering jadi korban dalam hal ini,” katanya. (*/iil/JPG)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top