Mengerikan! 25 Orang Tewas karena DBD di Sultra – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Mengerikan! 25 Orang Tewas karena DBD di Sultra

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Sultra ternyata sudah begitu mengerikan.  Selama periode Januari hingga Maret, kasus wabah penyakit yang disebarkan melalui gigitan nyamuk aedes aegepty telah mencapai 2.278 kasus. Dari jumlah itu, 25 penderita harus merenggang nyawa.

Jumlah penderita DBD dipastikan masih lebih besar. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sultra belum menerima perkembangan kasus DBD kabupaten maupun kota pada periode April 2016. Kota Kendari menjadi daerah endemik virus dengue ini. Dari bulan Januari sampai Maret, jumlahnya terus meningkat. Sementara Konawe, Konawe Selatan (Konsel) dan Kolaka yang kasus DBD cukup besar kini telah menunjukan grafik penurunan.

Kabid Pengendalian Penyakit dan Pencegahan Lingkungan Dinkes Sultra, drg. Heny Triviani M.Kes mengatakan pasien DBD yang mendapat perawatan intensif masih cukup banyak. Bulan Maret lalu, jumlahnya mencapai 772 kasus. Yang mana, 6 kasus pasien meninggal. Bila dibandingkan bulan Februari lalu, kasus DBD mulai mengalami penurunan. Sebab Februari lalu, jumlahnya mencapai 989 kasus atau naik signifikan dibanding Januari yang hanya 517 kasus. Namun khusus di Kendari, Buton Utara (Butur), Kolaka Timur (Koltim) dan Buton menunjukan tren peningkatan. Namun di Koltim dan Buton peningkatannya tidak signifikan.

Di Kendari, kasus DBD bulan Maret lalu masih cukup tinggi. Hingga Maret, jumlahnya terus mengalami peningkatan. Jika pada bulan Januari dan Februari lalu hanya 155 dan 238 kasus, kini telah mencapai 326 kasus. Sementara Kolaka yang tercatat sebagai penderita kasus DBD terbanyak bulan Februari lalu sudah menurun. Pada bulan Maret, angkanya tinggal 90 kasus. Sementara bulan Februari mencapai 279 kasus. Demikian halnya dengan Konawe dan Konsel, meskipun angkanya masih cukup tinggi.

“Kasus DBD di Konawe pada Maret tersisa 87 kejadian sedangkan Konsel 85 kasus. Namun jumlah menurun bila dibanding periode Februari. Di Konawe angkanya sempat mencapai 125 kasus sementara di Konsel 159 kasus. Untuk kasus DBD yang meninggal dunia yakni, 1 kasus di Konawe, 2 kasus di Muna dan Kendari,” rinci mantan Kabid Farmasi dan Bina Upaya Kesehatan (BUK) ini, Jumat (22/4/2016). (Aaml Fadli Sengga/selengkapnya baca harian Kendari Pos).

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top