Atasi Jantung dan Kolesterol dengan Kulit Pisang? – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kesehatan

Atasi Jantung dan Kolesterol dengan Kulit Pisang?

Ilustrasi. Foto: Int

Ilustrasi. Foto: Int

kendaripos.fajar.co.id Jangan meremehkan kulit pisang. Setelah diolah, ternyata kulit pisang bisa menjadi obat kolesterol darah dan jantung koroner. Itulah hasil riset tiga mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP Unibraw), Malang, Jawa Timur.

Dari kulit pisang ada zat yang ternyata berpotensi menurunkan kadar kolesterol darah dan jantung koroner. Adalah Lukman Azis (21), Nisa Alfilasari (20) dan Clara Arha (20) yang mengolah limbah kulit pisang itu dan mengekstrak zatnya. ‘’Ada kandungan zat pektin yang kami ekstrak untuk obat kolesterol dan jantung koroner,’’ ujar Lukman Azis, pemimpin tim penelitian.

Zat pektin itu akan dibuat dalam bentuk marshmallow alias permen kenyal yang mereka buat sendiri. Ada beberapa pertimbangan mengapa mereka mengambil kulit pisang sebagai bahan penelitian. Pertama, limbah kulit pisang selama ini banyak terbuang percuma padahal di dalam kulit pisang itu terdapat zat yang bermanfaat.

BACA JUGA :  4 Tips Mengurangi Stress

‘’Indonesia penghasil pisang nomor 7 di dunia, tapi nomor 1 untuk produktivitas pisang. Di semua kepulauan di Indonesia terdapat industri pengolahan pisang. Limbah tersebut kulit pisangnya, itu tidak termanfaatkan selama ini. Ada senyawa alami yang mampu menurunkan kadar kolesterol penderita penyakit jantung koroner, itu tadi senyawa pektin,’’ tutur Lukman.

Mereka mengekstrak kulit pisang untuk mengambil zat pektinnya. Kemudian mewujudkan zat pektin itu ke dalam permen kenyal. Proses ini memakan waktu 1 bulan. Bulan-bulan selanjutnya, mengujicobakan marshmallow berpektin itu pada tikus percobaan yang kolesterolnya sudah dibuat tinggi hingga menderita jantung koroner.

BACA JUGA :  Ini Peringatan untuk Pria yang Suka Memangku Laptop

Mereka mengamat-amati efek marshmallow berpektin pada tikus-tikus itu.
‘’Saat diujikan, ternyata mampu menurunkan kolesterol. Dosis pada tikus itu akan dikonversikan ke dosis manusia,’’ jelas Lukman.

Ia mengakui produk akhir yang berkategori sebagai obat itu belum diujikan ke manusia. Namun mulai dari bahan baku hingga prosesnya melibatkan bahan baku alami, tidak ada bahan kimia. Dalam prosesnya, kulit pisang itu diolah sebagai tepung, dicampur senyawa asam dari jeruk hingga menghasilkan ekstrak pektin yang kemudian dibuat menjadi marshmallow.

Ekstrak pektin dari kulit pisang ini dinilai lebih murah dibanding ekstrak pektin yang dihasilkan industri. Sebagai perbandingan, pektin di pasaran seharga Rp1 juta per gram. Sedangkan untuk mengekstrak pektin dari kulit pisang bisa menekan harga Rp12 ribu per gram. Tiap 3,5 Kg limbah kulit pisang, bisa menghasilkan 500 gram tepung pisang. Tiap 25 gram tepung pisang bisa menghasilkan 4-5 gram pektin

BACA JUGA :  Detoks Rahim Berbahaya Bagi Kesehatan Wanita

‘’Pektin di Indonesia itu masih impor dari luar. Selama ini ada ekstrak pektin dari jeruk, apel dan buah yang mahal-mahal seperti itu. Selama ini pektin buat tambahan pangan,’’ tuturnya.

Lukman juga meneliti senyawa pektin dari kulit pisang yang mampu menurunkan tingkat stres dari manusia. ‘’Produk kami ini akan diteliti lebih lanjut dan diujicobakan pada penyakit yang lain, seperti diabetes tipe 2, menurunkan berat badan juga bisa. Banyak sekali, masih dalam penelitian,’’ tuturnya. (nhk)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top