Nih, Daftar Waktu Musim Kemarau di Beberapa Daerah – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Nih, Daftar Waktu Musim Kemarau di Beberapa Daerah

kendaripos.fajar.co.id, KENDARI– Awal musim kemarau di Sultra tahun 2016, tidak bersamaan.
Berdasarkan analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim kemarau tiba di Sultra melalui 5 tahapan.

ana

Mulai periode III bulan Mei hingga periode II September. Wilayah bagian tenggara Sultra diprediksi yang pertama akan memasuki musim kemarau atau periode III bulan Mei. Yakni, Buton, Buton Utara, Wakatobi. Sementara Muna dan Pulau Kabaena baru memasuki musim kemarau pada periode II September.

Kasi Observasi dan Informasi Stasion Metereologi Maritim Kendari, Aris Yunatas mengatakan posisi matahari terus bergerak ke sebelah utara ekuator. Pergerakan matahari ini menyebabkan beberapa daerah di Sultra telah memasuki musim peralihan. Hanya saja, kondisi ini baru terjadi di 3 kabupaten yang awal musim kemaraunya di akhir bulan Mei. Sementara di Kendari, musim peralihan baru akan dirasakan sekitar pertengahan Mei.

“Tahun ini, musim kemarau tiba di Sultra melalui 5 periode. Pertama di daerah Buton, Butur dan Wakatobi. Pada awal Juni, Bombana daratan dan Konawe Selatan. Cuaca terik akan melanda Kendari, Konawe dan Konawe Utara sebelah selatan pada periode III bulan Juni. Sementara pada periode II bulan Juli, Kolaka dan Kolaka Utara bagian selatan akan memasuki musim kemarau,” jelas prakirawan cuaca ini, Rabu (20/4).

Berselang dua bulan kemudian lanjut Aris, Muna dan Pulau Kabaena memasuki musim kemarau yakni pada periode II September. Makanya, khusus dua daerah ini curah hujan tetap meningkat hingga Agustus. Sementara Kolut dan Konut yang berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan tidak jelas antara musim kemarau dan hujan. Pasalnya, curah hujan dan panas normal. Makanya, dua wilayah ini diberi arsir putih atau belum bisa disimpulkan.

“Perbedaan awal musim yang mencolok tahun ini, tidak hanya di Sultra. Namun juga di daerah lainnya termasuk regional Sulawesi. Sulsel misalnya, awal musim kemaraunya telah dimulai pada periode II bulan Februari lalu di Jeneponto. Sementara daerah sebelahnya seperti Kabupaten Bantaeng bagian utara dan Bulukumba sebelah utara baru memasuki musim kemarau pada periode I bulan Agustus. Makanya, peralihan awal musim hujan ke kemarau tahun ini cukup unik,” jelasnya.

Bagi daerah yang telah memasuki musim pancaroba, Aris menghimbau untuk tetap waspada. Sebab kondisi cuaca cenderung ekstrem. Hujan yang datang tiba-tiba disertai sambaran petir dan angin kencang. Makanya, kondisi cuaca di perairan Baubau, Kepulauan Wakatobi dan sebelah timur Sultra tiupan angin cukup kencang. Di perairan sebelah timur Sultra, kecepatan angin mencapai 25 knot atau sekitar 50 kilometer perjam. Sementara di perairan Baubau dan Wakatobi, hembusan angin mencapai 30 kilometer perjam.

“Kondisi seperti ini memicu ketinggian gelombang. Makanya, armada pelayaran dihimbau lebih waspada. Hujan yang meningkat ini disertai angin kencang dengan kecepatan angin rata-rata 30 kilometer perjam. Apalagi bila melihat awan columunimbus. Awan ini tidak hanya membawa hujan tapi juga disertai angin kencang dan petir. Adanya pergolakan angin yang bertiup secara berlawanan dari atas dan bawah atmosfir menyebabkan turbulensi,” pungkasnya. (c/mal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top