Lantik Ruksamin-Rauf, Ini Pesan Moral Gubernur – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Lantik Ruksamin-Rauf, Ini Pesan Moral Gubernur

kendaripos.fajar.co.id,KENDARI—Pasangan Ruksamin-Abdul Raup telah resmi menyandang sebagai Bupati dan Wakil Bupati Konut.  Keduanya telah dipasangkan tanda pangkat (kolunggu), dan telah membaca sumpah jabatan pada pukul 10.30 Wita, Kamis (21/4/2016). Proses pelantikan berjalan lancar, keduanya mengikuti semua proses dengan baik. Saat ini, Ruksamin dan Raup tengah mendapat selamat dan foto bersama dari ribuan tamu yang hadir di Aula Bahteramas, tempat berlangsungnya proses pelantikan.

Yang menarik pada pelantikan tersebut, Gubernur Nur Alam tak hanya memberikan sambutan agar keduanya melaksanakan tugas sebagaimana ketentuan perundang-undangan, tetapi juga syarat dengan pesan moral.

Terkait administrasi misalnya, diingatkan gubernur untuk diperbaiki dan dibenarkan. “Lebih baik selisih secara pribadi daripada selisih administrasi. Kalau selisih secara pribadi ada momentumnya, nanti lebaran bermaaf-maafan, langsung selesai yang penting kita ihklas, tetapi bila selisih administrasi nanti ada temuan dan itulah yang akan membawa saudara masuk ke persoalan hukum. Ingat tidak ada lagi sekarang kepala daerah yang kebal, urusan negara taruhannya adalah badan diri. Salah melangkah, walaupun itu alasan kepentingan publik, negara, anda masuk pengacara. Tidak ada yang bela, uang pengacara saja tidak bisa masuk APBD. Itu artinya saudara harus mempersiapkan sendiri resiko dari jabatan itu, seperti yang selalu saya ingatkan diberbagai kesempatan hati-hati bekerja, hanya administrasi yang bisa menolong kita sekarang,” kata Gubernur Nur Alam.

Gubernur juga meminta agar Bupati dan Wakil Bupati bekerja kompak hingga akhir jabatan. Dicontohkan, Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra hingga kini tetap kompok dalam menjalankan roda pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Talah delapan tahun kebersamaan dilalui, dan jauh deri kesan”persaingan” seperti yang terjadi pada beberapa daerah kabupaten dan kota. Itu terjadi karena gubernur memahami wakilnya, dan wakilnya pun menyadari posisinya.

“Sebagai gubernur atau bupati harus mengerti keadaan wakil, sebaliknya wakilpun harus tahu posisi sebagai ban serep. Ini rumusnya, kalau jalan wakil jangan mendahului bupati, kalau memberik masukan jangan kesannya mengajar, dan jangan doakan bupati dapat masalah supaya bisa digantikan,” kata Nur Alam, yang mendapat aplaus dari tamu undangan.

“Saudara Ruksamin telah pengalaman menjadi bupati. Jadi jangan berbuat kepada wakilmu, seperti apa yang kamu tidak senangi waktu menjadi wakil. Demikian pula Raup, jangan melakukan apa yang tidak disenangi oleh bupati,” tambah  Nur Alam.

Pada bagian lain Nur Alam meminta masyarakat mengerti posisi bupati dan wakil bupati. “Jaga martabatnya sebab yang bersangkutan tengah mengemban tugas kenegaraan. Jangan tidak disapa sedikit dibilang sombong. Tapi, Ruksamin dan Rauf juga jangan sombong, mentan-mentang sudah mendapat kepercayaan dari rakyat tolak pinggang bukan pinggang lagi, tapi sudah di kepala,” katanya.  (sawal lakawa)

 

 

 

 

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top