Bocor, Dokumen Rahasia Rekrutan ISIS dari 70 Negara – Kendari Pos Online
Jalan Sehat

pariwara
Iklan Jalan Sehat Kenpos Iklan 10 Iklan 23
Internasional

Bocor, Dokumen Rahasia Rekrutan ISIS dari 70 Negara

Terungkap daftar rekrutan baru anggota Kelompok militan ISIS dari berbagai negara. Foto: Int

Terungkap daftar rekrutan baru anggota Kelompok militan ISIS dari berbagai negara. Foto: Int

kendaripos.fajar.co.id, PARIS – Data ISIS bocor ke publik, terkait perekrutan 11.000 militan dari lebih 70 negara. Hal itu dipastikan setelah penyidik memeriksa ribuan catatan yang dianalisis dari bocoran data dari kalangan internal ISIS.

Data mengejutkan itu diperoleh dari seorang pembelot ISIS yang menyerahkan tidak kurang dari 11.000 file personil ISIS kepada jaringan televisi AS, NBC, kendati separuh dari dokumen itu hanya berupa duplikat.

NBC kemudian meneruskan 4.600 dokumen ke Combating Terrorism Centre (CTC), yang berbasis di West Point.

Dokumen-dokumen ini merupakan salah satu kebocoran besar-besaran dari dalam ISIS tahun ini.

Ribuan dokumen pendaftaran menjadi anggota militan ISIS pertama kali bocor pada bulan Januari ke situs berita oposisi Suriah dan pada bulan Maret ke harian Sueddeutsche Zeitung, Jerman. termasuk lembaga penyiaran Jerman yang mengaku memperoleh catatan serupa. Jasa keamanan Jerman juga memiliki akses ke materi tersebut.

BACA JUGA :  Teror Bom Landa Istanbul Turki, 10 Tewas

CTC mengatakan bahwa dengan membandingkan dokumen yang diterima dari NBC tentang ISIS dengan data yang dibuat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat, ternyata “sekitar 98 persen” memiliki kesamaan.

Dari dokumen rekrutan dalam bahasa Arab termasuk catatan dari penilai, terungkap sekitar 30 persen dari 15.000 anggota baru yang masuk Suriah selama tahun 2013 dan 2014.

Analisis yang ada tidak hanya berupa gambar dari para militan, tetapi juga wawasan tentang bagaimana ISIS melakukan serangkaian pemahaman dan pendalaman kemampuan anggota baru tersebut, yang semuanya dibeber di website CTC.

Mereka yang direkrut berkisar di usia 12 sampai hampir 70, meskipun rata-rata berusia 26 atau 27. Hanya 400 orang berada di bawah 18 tahun saat mendaftarkan diri sebagai anggota ISIS.

Dari sisi kewarganegaraan, tercatat 579 militan baru dari Arab Saudi, diikuti oleh Tunisia (559), Maroko (240), Turki (212), Mesir (151) dan Rusia (141).

BACA JUGA :  Sadis, ISIS Eksekusi Seorang Aktivis Media

Ada 49 dari Prancis, 38 dari Jerman, 30 dari Lebanon, 26 dari Inggris, 11 dari Australia dan tujuh dari Kanada. Tidak ada yang dari Amerika Serikat.

Tiga puluh persen mengatakan mereka sudah menikah, sementara 61 persen masih bujangan, dan delapan persen lainnya tidak diketahui.

Sebanyak 1371 orang mengatakan mereka telah lulus SLTA sementara 1.028 mengatakan mereka telah mengenyam pendidikan di universitas.

“Kelompok ini tampaknya secara umum terdidik, terutama bila dibandingkan dengan data yang diberikan PBB,” kata laporan itu.

Terungkap juga bahwa petugas perekrut ISIS mewawancarai rekrutan baru untuk menilai kesesuaian mereka terhadap berbagai peran di kelompok itu.

“Sementara ISIS membutuhkan beberapa pelaku bom bunuh diri, itu juga perlu personil untuk mengisi peran seperti tentara konvensional, pejabat Syariah, polisi dan posisi keamanan atau administrasi,” kata laporan CTC.

Bahkan, salah seorang petugas perekrut menulis catatan tentang seorang rekrutan baru: “Penting: ia memiliki pengalaman di bidang kimia.”

BACA JUGA :  Beredar Rekaman Video Pelatihan ISIS Asal Indonesia di Suriah

Tapi ketika pendatang Turki berusia 24 tahun itu mengatakan pengalaman profesionalnya adalah sebagai pengedar narkoba, komentarnya begini: “Semoga Tuhan mengampuni dia dan kita!”

Hampir 10 persen dari rekrutan itu dilaporkan pernah melakukan teror sebelumnya, termasuk seorang Prancis yang mengatakan ia berjuang di Mali, sementara hanya 12 persen mengatakan mereka siap untuk melakukan serangan bunuh diri.

Catatan lain termasuk indikasi “berbohong” untuk dua rekrutan militan, atau catatan berbunyi; “Jika dia kembali lagi, dia akan dipenjara”; “Tidak bisa melatih kesabaran”; “Tidak tertarik kehidupan militer dan jihad”; dan “kebingungan dengan masalah”.

Mereka yang batal direkrut juga diberi catatan: “Kembalilah ke Libya dan mengabdilah bagi Negara”; “Tugas” dan “Omar Al Shishani menuduhnya terlibat aksi di Turki”.

Al Shishani, atau “Omar Chechnya”, yang secara efektif menjabat sebagai menteri pertahanan ISIS, tewas bulan lalu.

Ada satu baris pada formulir pendaftaran yang dibiarkan kosong, yakni tentang: Tanggal dan tempat kematian.(gulfnews/zar)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.

Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top