Terungkap! Uang dari Agung Podomoro Dipakai Sanusi untuk Pilgub DKI Jakarta – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Terungkap! Uang dari Agung Podomoro Dipakai Sanusi untuk Pilgub DKI Jakarta

M Sanusi

M Sanusi

kendaripos.fajar.co.id, JAKARTA – Uang yang diterima tersangka M Sanusi dari PT Agung Podomoro sebesar Rp2 miliar dipakai untuk biaya pemilihan gubernur DKI Jakarta. Sanusi membantah uang yang diberikan Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja itu sebagai bayaran untuk mempengaruhi pembahasan raperda mengenai reklamasi Teluk Jakarta.

“Uang yang diberikan Ariesman itu adalah uang semata-mata memberikan bantuan untuk dalam rangka pilgub,” kata Kuasa Hukum Sanusi, Krisna Murthi saat ditemui di KPK, Jakarta, Senin (18/4/2016).

BACA JUGA :  KPK Terus Endus Jejak-jejak Tersangka Suap

Sanusi memang berniat maju sebagai bakal calon gubernur DKI Jakarta pada pilgub 2017 mendatang. Usaha itu dilakukan dengan mengikuti penjaringan di Partai Gerindra dan meminta dukungan sejumlah tokoh ormas di Jakarta

Sayangnya, sebelum mendapatkan partai pengusung adik Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik itu ikut terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK pada 31 Maret lalu.

KPK menduga Sanusi menerima uang Rp2 miliar dari Ariesman Widjaja untuk memengaruhi pembahasan Raperda Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RWZP3K) Provinsi Jakarta dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.

BACA JUGA :  Reklamasi Teluk Jakarta Distop Sementara

Apabila disahkan, dua peraturan daerah (perda) ini menjadi payung hukum dari pelaksanaan reklamasi pulau-pulau kecil di Jakarta Utara. Dalam hal ini, PT Agung Podomoro Land merupakan salah satu penggarap reklamasi tersebut. Namun, Krisna mengaku bahwa uang yang diterima kliennya tak ada kaitannya dengan proyek reklamasi.

Menurut dia, pemberian uang itu hanya merupakan bantuan biasa. “Tidak ada tuh. Artinya kalau masalah uang dari Ariesman gimana pun juga sudah biasa,” jelasnya.

BACA JUGA :  Sarankan Polisi-Jaksa tak Harus Pimpin KPK

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tiga tersangka. Mereka adalah Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Mohamad Sanusi, Presiden Direktur PT APL Ariesman Widjaja, dan anak buah Ariesman bernama Trinanda Prihantoro.(put)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top