Gula… oh Gula… – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Kesehatan

Gula… oh Gula…

Gula

Gula

kendaripos.fajar.co.id – Dulu, gula hanya digunakan untuk membuat kue ulang tahun atau perayaan tertentu. Namun kini gula tambahan terkandung dalam hampir dalam semua jenis makanan. Ada ungkapan Melayu yang mengatakan: ‘’karena gula semut binasa’’. Sebab itu, Anda harus segera mengurangi asupan gula dari sekarang.

Berikut beberapa alasan yang bisa semakin meyakinkan Anda untuk mengurangi konsumsi gula.

1. Dosis berlebihan
Tanpa disadari, hampir setiap orang mengonsumsi gula dengan dosis yang berlebihan. Di Amerika saja tercatat masyarakatnya mengonsumsi gula tambahan hingga 59 Kg per tahun atau sama dengan 22 sendok teh per hari. Untuk itu, American Heart Association menyarankan agar para wanita hanya boleh mengonsumsi gula tambahan maksimal 6 sendok teh, sedangkan pria hanya 9 sendok teh.

BACA JUGA :  Ini Dia 5 Tanda Bahwa Wanita Ingin Bercinta

2. Memperdaya otak
‘’Gula tambahan yang dikonsumsi terlalu banyak mengirimkan sinyal lapar yang palsu ke otak, dan semacam menipu otak agar berpikir bahwa Anda belum makan,’’ kata pakar endokrinologi, Robert Lustig, MD, seperti dilansir laman Alternet.

3. Mempercepat penuaan
Fruktosa atau salah satu molekul yang terkandung dalam gula tambahan, berpotensi tujuh kali lebih besar daripada glukosa untuk membentuk radikal oksigen dan menyebabkan kerusakan dan kematian sel. Padahal kondisi ini berkontribusi terhadap munculnya penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan gangguan jantung. Dalam waktu bersamaan, hal ini juga dapat mempercepat proses penuaan. Jangan kaget, gula tambahan yang sering menyebabkan hal ini banyak terkandung dalam saus tomat botolan.

BACA JUGA :  Hati-hati, Obesitas bisa Mengurangi Masa Hidup

4. Mengubah warna jaringan tubuh
Stres oksidatif dapat menyebabkan jaringan tubuh yang seharusnya berwarna merah menjadi cokelat. Ini disebut dengan reaksi Maillard. Dan konsumsi gula tambahan secara berlebihan dapat mempercepat proses pencoklatan ini. Penyebabnya tidak lain adalah mengonsumsi gula dari makanan olahan dan diperkirakan dari sekitar 600.000 produk makanan komersial, 80 persen di antaranya mengandung gula tambahan.

5. Menggemukkan liver
Bila mitokondria yang ada dalam liver atau hati kelebihan gula maka mereka tidak punya pilihan lain untuk mengubah kelebihan gula itu menjadi lemak hati. Padahal ini dapat memicu penyakit lemak hati dan memaksa pankreas untuk memproduksi insulin ekstra sehingga organ hati yang sebenarnya sudah kewalahan itu dipaksa bekerja lagi.

BACA JUGA :  Berat Badan Bertambah Usai Menikah

6. Menyebabkan ketagihan
Makan terlalu banyak fruktosa dari gula tambahan merusak sistem pengiriman sinyal dopamine (neurotransmitter yang bertugas memperlihatkan perasaan senang dan puas setelah mengonsumsi atau melakukan sesuatu) yang ada di penjuru tubuh, sehingga tubuh butuh lebih banyak gula agar bisa meredam sinyal tersebut.

7. Merusak pembuluh darah
Dari waktu ke waktu, kebiasaan buruk mengonsumsi terlalu banyak gula tambahan akan mulai merusak endotelium atau selubung sel khusus yang melapisi permukaan bagian dalam pembuluh darah. Glukosa menumpuk di atas sel-sel tersebut, membuatnya jadi tak begitu sensitif sehingga mempengaruhi oksigen yang dikirim ke organ-organ lainnya. (nhk)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top