SYL Tegaskan Tolak Mahar Munaslub – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

SYL Tegaskan Tolak Mahar Munaslub

Syahrul Yasin Limpo

Syahrul Yasin Limpo

kendaripos.fajar.co.id, SURABAYA — Balon Ketua Umum DPP Partai Golkar, Syahrul Yasin Limpo menegaskan Munaslub yang direncanakan berlangsung 17 Mei 2016, tidak hanya sebagai ajang rekonsiliasi, tapi juga pembenahan internal Partai Golkar. Mulai dari ajang perekrutan calon ketua yang bersih tanpa mahar politik, hingga menguatkan kadar partai melawan deparpolisasi akibat kekecewaan masyarakat kepada partai.

Dengan alasan itu juga dia menegaskan menolak mahar politik di bursa pencalonan tersebut. Berapapun nilainya, menurut Syahrul, Munaslub Golkar mesti menjadi awal perbaikan citra partai. Demikian disampaikan Syahrul dalam kunjungan media ke Jawa Pos di Surabaya, Kamis, 14 April 2016.

“Bukan soal Rp20 miliar. Berapapun nilainya, ini soal prinsip. Kalau diawali di munas, maka merembet ke ajang penentuan ketua DPRD, kepala daerah, dan seterusnya,” kata Syahrul.

Syahrul juga mencurahkan alasannya maju di munaslub. Bukan untuk kepentingan pribadi pada jabatan ketum, melainkan bahagian kontribusi perbaikan partai, yang menjadi penyangga utama demokrasi.

Menjadi wajar menurutnya kalau setiap ajang pilpres Golkar gagal, dan menurun capaiannya di pileg. Akibat perilaku oknum yang selama ini memainkan duit di partai. “Kita perbaiki itu di Munaslub,” bebernya.

Diterima Kepala Liputan Jawa Pos, Arief Santoso bersama Pemred Nurwahid, Wapemred Abd Rokhim dan Kepala News Room Jawa Pos Group, Bambang Janu, serta sejumlah redaktur Jawa Pos, Syahrul menyampaikan ibarat media, Jawa Pos juga jangan hanya menjadi milik orang Jawa, tapi menjadi milik semua elemen bangsa seperti halnya Partai Golkar. Karenanya, dalam helatan munas Golkar besok, perlu keikutsertaan semua pihak.

“Munas besok adalah momen history negeri yang harus punya kontrol politik kuat. Kita harap hadir partai yang bisa bangun budaya politik lebih baik,” kata Syahrul kepada jajaran redaksi Jawa Pos, Kamis 14 April. Karenanya, jabatan ketua umum bagi Gubernur Sulsel dua periode ini bukan hal utama, tapi bagaimana Golkar harus bisa didorong menjadi patron parpol berbudaya, dengan infrastrukturnya yang besar, sampai desa. Sejauh ini, Syahrul telah dikunjungi 372 dari total 562 pemilik suara di Munas. Ketua APPSI ini juga telah mendapat 154 rekomendasi yang diberikan para DPD I dan DPD II dari berbagai daerah.

Kepala Liputan Jawa Pos, Arief Santoso mengapresiasi kunjungan Syahrul. Dia menyampaikan sebelumnya telah hadir dua calon ketua umum lainnya ke redaksi Jawa Pos, yakni Ade Komaruddin dan Idrus Marham. Namun diakui gagasan yang disampaikan Syahrul berbeda dengan lainnya. Bahkan ditempat ini, Syahrul secara khusus mendapat doa agar terpilih di munaslub oleh beberapa redaktur usai melakukan tanya jawab dengan Syahrul. “Pada intinya kami mengapresiasi seluruh calon ketua umum, dan berharap partai golkar bisa kembali menyatu,” kata Arief.

Wakil Ketua DPD I Golkar Sulsel, Farouk M Betta yang mendampingi Syahrul mengatakan apa yang disampaikan Syahrul soal biaya registrasi di munas adalah soal prinsip. Bagaimana keinginannya mengawali kepemimpinan di Golkar bukan karena pelibatan uang, melainkan karena kompetensi dan keinginan memperbaiki partai. “Dia buktikan sebagai calon ketum, bukan harga mati mesti terpilih. Tapi kebesaran dan rekonsiliasi partai,” kata Farouk.

Terpisah kader muda Golkar asal Sulsel, Mirwan BZ Vauly yang juga bertindak sebagai koordinator dari gerakan donasi untuk munaslub yang telah mengumpulkan Rp125 juta lebih dalam dua hari terakhir. Politisi berdarah Enrekang ini, menuturkan, gerakan donasi tersebut dilakukan, sebagai upaya kader muda Partai Golkar dalam mewujudkan penyelenggaraan Munaslub Partai Golkar yang rekonsiliatif, berkeadilan, bersih, dan akuntabel.

Kompetisi yang demokratis, jelasnya, telah menjadi janji dari penyelenggara Munaslub. Namun, untuk mewujudkan itu, kata Mirwan, memang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. “Makanya, kami dari kader muda artai Golkar merasa terpanggil untuk membantu merealisasikan itu. “‎Penyelenggara Munaslub tidak mungkin meminta kepada pemerintah, korporasi apalagi cukong. Tapi pada setiap anggotanya,” ujarnya.

Namun, lanjut dia, biaya Munaslub juga tidak boleh dibebankan pada satu atau dua orang kader saja. “Jika itu dilakukan, kelak hal itu memungkinkan menjadi sandera bagi partai dalam menjalankan peran-peran strategisnya untuk kepentingan bangsa dan negara,” ujarnya.

Gerakan donasi ini sendiri, menurutnya, mendapat respon luar biasa dari kader Golkar. Selama dua hari dilakukannya gerakan ini, terang Mirwan, jumlah dana yang terkumpul sudah mencapai Rp125.900.045.

Bagi kader yang ingin ikut melakukan donasi, Mirwan mempersilahkan mengirim ke Bank Mandiri, dengan nomor rekening 90000-2781-4434 atas nama Chairul Shahbana Tarigan. (m nasrun)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top