Hari Ini, KPK Periksa Bos Aguan dan Sunny – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Aneka

Hari Ini, KPK Periksa Bos Aguan dan Sunny

Sugiyanto Kusuma alias Aguan (kiri) dan Sunny Tanuwidjaya (kanan)

Sugiyanto Kusuma alias Aguan (kiri) dan Sunny Tanuwidjaya (kanan)

kendaripos.fajar.co.id, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan untuk Chairman Agung Sedayu Group, Sugiyanto Kusuma alias Aguan, hari ini (Rabu, 13/4).

Aguan diperiksa dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemberian hadiah atau janji terkait pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Zonasi dan Raperda tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

BACA JUGA :  Akhirnya, Komisi III Sepakat Uji Capim KPK

“(Aguan) diperiksa sebagai saksi,” ujar Pelaksana Harian Kepala Biro Humas KPK Yuyuk Andriati di Gedung KPK Jakarta.

Aguan diketahui sudah dicegah bepergian keluar negeri oleh KPK. Aguan adalah pimpinan PT Agung Sedayu yang merupakan induk dari PT Kapuk Naga Indah, salah satu dari dua pengembang yang sudah mendapat izin pelaksanaan reklamasi dari Pemprov DKI.

BACA JUGA :  Wow! Nazaruddin Beli Saham Garuda Rp300 M dan Bank Mandiri Rp50 M

Hari ini KPK juga menjadwalkan pemeriksaan untuk staf khusus Gubernur DKI Jakarta, Sunny Tanuwidjaya. Sunny juga diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana pemberian hadiah terkait pembahasan Raperda Pantai Utara Jakarta. Sama seperti Aguan, Sunny juga sudah dicegah bepergian keluar negeri.

Sunny disebut-sebut berkomunikasi dengan Aguan untuk membicarakan kewajiban pengembang reklamasi membayar kontribusi 15 persen dalam raperda agar kontribusinya diturunkan hingga hanya menjadi lima persen.

BACA JUGA :  Hari Ini KPK Akan Periksa RJ Lino

Di dalam Peraturan Daerah No 8 tahun 1995, sebenarnya, hanya diatur kewajiban pembuatan fasilitas sosial dan umum serta kontribusi pengembang seluas 5 persen lahan. Namun saat Basuki menjadi Gubernur DKI Jakarta, ia menambahkan kontribusi 15 persen lahan sehingga pemerintah DKI Jakarta mendapat uang Rp 48,8 triliun. (rmol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top