Resmi!! Dandim “Nyabu” Dicopot – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Resmi!! Dandim “Nyabu” Dicopot

1-dandimmm

kendaripos.fajar.co.id, MAKASSAR – Panglima Kodam (Pangdam) VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti memastikan kalau Kolonel Inf Jefri Oktavian Rotti sudah dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Kodim (Dandim) Makassar 1408/BS.

Sebagai penggantinya sementara, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1408/BS Letkol Arm Agung Senoaji mengambil alih tugas-tugas di Kodim Makassar.

“Yang jelas jabatannya pasti dicopot. Yang gantikan kita belum tahu. Kasdim yang melakukan fungsinya. Tapi bukan menggantikan Dandim, hanya melaksanakan tugasnya saja,” kata Pangdam Agus Surya Bakti, Kamis (7/4/2016).

BACA JUGA :  Dispenda Kolut Target 6,9 Miliar

Pangdam Agus SB menyebutkan, penunjukan pengganti Jefri Oktavian Rotti  merupakan kewenangan Kepala Satuan TNI Angkatan Darat (KASAD). Terkait perhatian sanksi pemecatan, Pangdam Agus SB mengatakan, masih menunggu hasil pemeriksaan yang masih berlangsung.

Menurutnya, apabila dalam hasil pemeriksaan terhadap Jefri Oktavian ditemukan sesuatu hal yang dapat menjadi pertimbangan komandan untuk dijatuhkan sanksi pemecatan, maka hal itu pasti dilakukan.

BACA JUGA :  Banyak Kendala, Tim Takraw Sultra tetap Semangat

Sebab dalam aturan militer, sanksi pemecatan adalah aturan tambahan.

“Pemecatan dalam aturan militer adalah aturan tambahan. Kalau melihat ini perlu di pecat akan dipecat. Tapi sampai saat ini kita menghormati proses hukum dan proses pemeriksaan yang masih berlangsung,” kata Agus SB.

Dia juga mengatakan, keterlibatan Jefri Oktavian dalam penyalahgunaan narkoba juga masih belum diketahui sebelum proses pemeriksaan selesai.

BACA JUGA :  TERBARU! Tawaran Menteri Yuddy untuk Honorer K2

Pihaknya juga masih menunggu hasil tes secara resmi dari Labfor Mabes Polri Cabang Makassar dan BNN Sulsel.

Pangdam Agus SB juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mempengaruhi prajuritnya dalam penyalahgunaan narkoba. Sebab kalau anggota TNI terlibat narkoba, maka keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) bisa terancam. (pojoksulsel/fajar)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top