Menteri Anies Klaim Laporan Masalah Pelaksanaan UN 2016 Menurun – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

Menteri Anies Klaim Laporan Masalah Pelaksanaan UN 2016 Menurun

Mendikbud, Anies Baswedan

Mendikbud, Anies Baswedan

kendaripos.fajar.co.id, JAKARTA – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 baik berbasis kertas maupun komputer untuk jenjang SMA dan sederajat berjalan baik.

“Sesuai hasil informasi yang dihimpun secara nasional oleh Posko UN dan pemantauan langsung di lapangan, penyelenggaraan UN secara keseluruhan berjalan lancar. Adapun jika terdapat masalah yang terjadi dapat diselesaikan dengan segera, menurut skalanya dan sesuai prosedur,” jelasnya di Jakarta, Kamis (7/4).

BACA JUGA :  Direktur PT Daka Grup Ditahan

Menurut Anies, laporan yang dihimpun Posko UN di lima satuan kerja, yakni Biro komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM), Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Inspektorat Jenderal Kemdikbud, Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan, dan Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) jumlah pengaduan menurun jika dibandingkan tiga tahun terakhir.

“Jumlah laporan yang dihimpun sejak dua hari menjelang UN hingga hari keempat UN tahun 2013 berjumlah 622 pelapor, tahun 2014 berjumlah 587 pelapor, tahun 2015 berjumlah 365 pelapor, dan tahun 2016 hanya berjumlah 184 pelapor. Ini menunjukkan adanya penurunan yang luar biasa terhadap permasalahan UN,” bebernya.

BACA JUGA :  Tak Hanya Gertak Sambal, BNN Incar Kepala Daerah di Sumatera dan Madura

Anies menambahkan, terdapat beberapa laporan yang disampaikan ke Posko UN Kemendikbud pada Rabu kemarin (6/4), seperti di Provinsi Kepulauan Riau terdapat masalah kekurangan naskah ujian di SMA Negeri 8. Permasalah kekurangan naskah dapat diatasi dengan melakukan penggandaan di bawah pengawasan sesuai Prosedur Operasional Standar UN.

Di Provinsi Jawa Barat terdapat laporan satu peserta ujian menderita sakit, sehingga tidak dapat mengikuti ujian di sekolah. Permasalahan tersebut diatasi dengan kesanggupan siswa melaksanakan ujian di rumah sakit.

BACA JUGA :  Tipikor Periksa Mantan Pj Bupati Koltim

Untuk Provinsi Sulawesi Selatan terdapat laporan tentang perbedaan sampul naskah dengan isi materi ujian sehingga mengakibatkan kekurangan naskah soal. Permasalahan diatasi dengan menggunakan naskah soal cadangan dari kelas lain. Di Provinsi Papua terdapat satu sekolah mengalami mati listrik yang kemudian diatasi dengan menggunakan alat genset. [wah]

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top