Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Jakarta Makin Macet – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Uji Coba Penghapusan 3 in 1, Jakarta Makin Macet

3-in-1

kendaripos.fajar.co.idPada hari pertama uji coba penghapusan kawasan 3 in 1 di Jakarta, terjadi kemacetan di sejumlah ruas jalan. Hal itu terjadi pada pagi dan sore hari.

Salah satunya terjadi di Jalan Gatot Subroto. Kepadatan ken­daraan pada ruas jalan ini mulai terlihat dari arah Cawang menuju Semanggi, tepatnya sejak di lampu merah Pancoran yang mengarah ke Jalan Gatot Subroto. Kendaraan yang akan menuju Gatot Subroto harus antre selepas lampu merah Pancoran.

Kepadatan kendaraan pun ber­tambah ketika memasuki area lampu merah Mampang Prapatan. Tumpukan kendaraan dari arah Pancoran dan Mampang Prapatan bertemu di sini, hingga menim­bulkan kemacetan parah. Antrean kendaraan baik dari arah Pancoran mau pun yang akan berbelok Jalan Gatot Subroto, terpantau mengular hingga 500 meter.

Puncaknya, arus lalu lintas semakin padat saat adanya per­temuan kendaraan yang ke­luar dari Tol Dalam Kota dan kawasan SCBD dengan jalan umum. Pada titik ini kendaraan nyaris tidak bergerak. Kecepatan kendaraan hanya sekitar 5 km per jam.

BACA JUGA :  Kasasi KPU Konsel Dikabulkan, Putusan PT TUN Dibatalkan

Tak hanya di Gatot Subroto, kepadatan lalu lintas juga ter­jadi di Jalan Sudirman, tepat­nya di sekitar Patung Jenderal Sudirman. Kepadatan kendaraan terjadi di Jalan Sudirman dari arah Senayan menuju Bundaran HI. Sama seperti di Jalan Gatot Subroto, kecepatan kendaraan di jalur ini hanya sekitar 5 km per jam.

Sementara, arus lalu lintas dari arah Bundaran HI menuju Senayan lebih lengang. Tidak terjadi antrean kendaraan pada jalur ini. Kendaraan pun bisa di­pacu antara 40-60 km per jam.

Dampak uji coba penghapusan 3 in 1 ini juga menimbulkan kemacetan yang parah di jam pulang kantor. Pada petang ini, kemacetan arus lalu lintas makin parah di jam pulang kerja.

Pada pukul 18.00 WIB terjadi peningkatan jumlah kendaraan di ruas Jalan Gatot Subroto. Kemacetan tampak terjadi di ruas jalan dari arah Slipi ke Cawang, Jakarta Timur. Kemacetan juga terlihat di ruas Tol Dalam Kota yang mengarah ke Cawang. Di jalur sebaliknya, tampak lancar.

BACA JUGA :  Mangkir Dari Panggilan, La Nyalla Kini Jadi DPO

Volume kendaraan di ruas Jalan Gatot Subroto dari arah barat ke timur mengalami pen­ingkatan. Kendaraan nyaris tidak bergerak. Kecepatan kendaraan diperkirakan hanya berkisar 0-5 Km per jam.

Sementara itu arus lalu lintas kendaraan di ruas jalan yang sama di arah sebaliknya, sedikit longgar. Arus kendaraan melam­bat di lingkar Semanggi, imbas pertemuan kendaraan dari arah selatan yang mau ke barat dan dari barat hendak ke selatan.

Di Jalan Sudirman dari arah Bendungan Hilir menu­ju Bundaran Semanggi, arus lalu lintas terlihat lebih padat dibandingkan uji coba yang di­lakukan pagi harinya. Sejumlah kendaraan roda empat hingga sepeda motor nyaris tak bergerak. Kondisi ini diperparah dengan adanya bus yang berhenti cukup lama untuk mencari pen­umpang.

Meski demikian tak ada pen­galihan arus untuk mengurangi kemacetan. Bahkan, hingga ba­tas waktu uji coba berakhir pada pukul 19.00 WIB, kendaraan masih memadati sejumlah ruas jalan yang diberlakukan 3 in 1.

BACA JUGA :  Cari Wakil untuk Maju di Pilwali 2017, Derik Tunggu Hasil Survei

Kawasan di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, tampak­nya tak terlalu merasakan pen­garuh dari uji coba penghapusan 3 in 1 yang resmi diberlakukan sejak dua hari lalu. Kondisi lalu lintas tepatnya di depan pusat perbelanjaan Sarinah, sore men­jelang malam terpantau lancar di kedua arah.

Di depan lampu merah perem­patan Sarinah pukul 18.15 WIB, lalu lintas yang mengarah ke Bundaran HI maupun arah se­baliknya terpantau lancar. Begitu juga lalu lintas ke kawasan Tanah Abang. Sementara lalu lintas ke kawasan Kebon Sirih mengalami kepadatan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Risyapudin mengatakan, perbe­daan arus lalu lintas saat 3 in 1 diberlakukan dan tidak, sangat ter­lihat. Biasanya, volume kendaraan tidak pernah sepadat saat ini.

“Biasanya lowong kok di sekitaran Polda Metro Jaya ini. Nah, sekarang lihat sendiri dari kantor pajak sudah padat,” kata Risyapudin di kawasan SCBD, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. (rmol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top