Pariwara
HEADLINE NEWS

Kejari Unaaha Eksekusi 5 Terpidana

KENDARINEWS.COM. UNAAHA- 5 terpidana kasus korupsi di Konawe dijebloskan ke terali besi Lapas Kelas II A Kendari dan Rutan Unaaha, oleh tim Kejaksaan Negeri Unaaha. Eksekusi tersebut dilaksanakan bertahap sejak Januari hingga April 2016.

Kelima terpidana itu adalah mantan Kepala Dinas Pendidikan (Diknas) Konawe, Drs H Jabaruddin M.Si, Ia terlibat dalam kasus penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang pendidikan dasar Dinas Diknas Konawe tahun anggaran (TA) 2009. Ia dieksekusi seusai sidang di PN Kendari tanggal 5 Januari 2016, sebab yang bersangkutan tidak pernah ada dikediamannya saat akan dieksekusi, bahkan sempat melibatkan Polres Konawe untuk mencari dan menggeledah kediamannya.

Kemudian Abusair S.Sos.Bendahara yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi (TPK), berupa penyimpangan dana panjar pada DPPKAD Konawe TA 2009. Ia dieksekusi di Rutan Unaaha sejak tanggal 03 Februari 2016. Abusair dianggap kooperatif karena menyerahkan diri sehingga dapat dengan mudah dieksekusi.

Marhaba bersama tim eksekutor Kejari Unaaha di Lapas

Marhaba bersama tim eksekutor Kejari Unaaha di Lapas

Adapula Marhaba P. SE, mantan Bendahara pengeluaran yang terbukti melakukan TPK penyalahgunaan dana pada Sekretariat Daerah Kabupaten Konsel TA 2007. Ia dieksekusi di rumahnya kemudian dibawa ke Lapas Kendari pada tanggal 06 Maret 2016 dengan vonis 6 tahun penjara.

Amran Yunus sesaat sebelum masuk ke Lapas Kendari

Amran Yunus sesaat sebelum masuk ke Lapas Kendari

 

Selanjutnya Pelaksana PT Ranaspi Aryanori , IR. Amran Yunus Ia dieksekusi di kediamannya ke Lapas Kendari tangga 29 Maret 2016. Amran terbukti melakukan TPK atas pekerjaan percetakan sawah seluar 500 Ha, pada Dinas Peternakan dan Tanaman Pangan Konawe, TA 2006 dengan vonis 2 tahun penjara.

Nonong (berbaju Putih) bersama Tim Eksekutor Kejari Unaaha di Lapas Kendari

Nonong (berbaju Putih) bersama Tim Eksekutor Kejari Unaaha di Lapas Kendari

Adapula Nonong Fadly Saputra SE. Ia terlibat dalam 2 kasus korupsi saat menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran. Pertama perjalanan Fiktif pada DPPKAD TA 2009. Kedua Nonong terbukti melakukan TPK berupa penyimpangan dana panjar pada Pemda Konawe TA 2009. Atas dua kasus tersebut ia mendapat ganjaran 1 dan 4 tahun penjara . Menariknya, Nonong pun bertindak kooperatif menyerahkan diri untuk selanjutnya dieksekusi ke Lapas Kendari tanggal 31 Maret 2016.
Kepala Kejaksaan Negeri Unaaha Saiful Bahri S SH, MH melalui Kasi Pidsus Eka Prasetya SH, mengatakan bahwa pada dasarnya eksekusi para terpidana tersebut dilakukan tanpa kendala berarti  sebab para tersangka kooperatif dan tidak melakukan upaya upaya yang menyulitkan tim eksekutor.(ani)


Notice: Trying to get property 'term_id' of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 982
Click to comment

Tinggalkan Balasan

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

The Latest

Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
Pariwara

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top