1,2 Juta Guru Pendidikan Islam Belum Kompeten – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Edukasi

1,2 Juta Guru Pendidikan Islam Belum Kompeten

guru-mengajar

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama (Kemenag) menyebutkan 1,2 juta Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) belum memiliki kompetensi yang memumpuni dalam mengajar. Sebagian besar dari mereka masih ada belum mengantongi ijazah sarjana. Bagi yang berijazah sarjana pun ada juga yang belum bersertifikasi.

Dirjen Pendis Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, Uji Kompetensi Guru (UKG) kurang tepat bila diterapkan pada guru pendidikan agama Islam. Menurutnya untuk meningkatkan mutu guru pendidikan agama Islam itu salah satunya dengan melakukan kualifikasi guru.

BACA JUGA :  Hasil Pleno KPU, PSU Muna Digelar 22 Maret

Salah satunya dengan memberikan pendidikan lanjutan kepada guru-guru yang belum mengantongi ijasah S1. Selanjutnya, bagi mereka yang telah memiliki ijasah S1 berhak memperoleh sertifikasi guru.

“Kita mengikutkan mereka pada program sertifikasi,” ujarnya, Senin (4/4/2016).

Setelah itu bagi guru yang telah memenuhi syarat harus memperoleh sertifikasi berhak mendapatkan pembinaan atau workshop untuk meningkatkan kompetensinya.

Dia menyebutkan, saat ini jumlah guru pendidikan agama Islam di sekolah sebanyak 220 ribu guru, sementara di madrasah sebanyak 900 ribu guru.

BACA JUGA :  Program Cegah Narkoba Masuk Koltim

Menurutnya, GPAI wajib menguasai metodologi pengajaran dan menguasai agama yang toleran agar mampu menangkal kekerasan dan radikalisme. Direktur Pendis Kemenag Amin Haedari menambahkan, GPAI bebas UKG, karena Direktorat PAI tidak memprogramkan UKG.

Dikatakanya UKG tidak memenuhi rasa keadilan bagi guru-guru di daerah terpencil yang tidak menguasai komputer. ”Mereka memiliki dedikasi tinggi sebagai pendidik, mereka ikhlas dan tawadhu mengajar siswa. Yang terpenting kemampuan guru harus terus dikembangkan, sementara komputer hanya alat bukan menjadi tujuan,” ujar Amin.

BACA JUGA :  Saya Tahu Gaston Masih Mau Tapi Jupe Sudah Enggak Mau

Kendati demikian GPAI harus tetap mengeksplorasi diri. Sudah tak seharusnya GPAI di Indonesia dipandang sebelah mata dan hanya dilihat kelemahannya saja.

Dia menegaskan, GPAI harus memiliki confident, rasa percaya diri untuk menunjukkan keunggulan-keunggulan apa saja yang dimilikinya sebagai guru agama. ”Banyak guru PAI yang memiliki potensi dan kekuatan. Kami menghimbau GPAI dapat terus mengeksplori kemampuannya untuk keberhasilan pendidikan agama Islam,” tutupnya.(nas/iil)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top