Bantuan tak Kunjung Datang, Pengurus FSBDSI pun Hengkang – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Metro Kendari

Bantuan tak Kunjung Datang, Pengurus FSBDSI pun Hengkang

KENDARINEWS.COM, KENDARI– Janji pengurus Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) untuk menyalurkan bantuan pada anggotanya sampai kini belum juga terealisasi. Tercatat sudah yang ketiga kalinya. Pertama, 1078 anggota dijanjikan bantuan akan cair pada Desember 2015 lalu. Namun, saat itu semua kantor cabang di seluruh Indonesia belum merampungkan administarasi. Pengurus pun kembali berjanji hingga 31 Januari lagi.

Sugiono000000000000000001

Sejak itu, pengurus sudah meninggalkan kantor cabang di Kelurahan Tobuuha, tetapi masih memberi harapan pada anggota jika Maret lalu dana Rp 7 juta itu akan masuk di rekening anggota. Pemerintah pun belum mengambil tindakan untuk mengadili indikasi penipuan tersebut. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Ridwansyah Taridala juga membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, belum lama ini staf Sekretariat Negara (Setneg) RI bahkan datang ke Kendari untuk memastikan legalitas lembaga tersebut. Sebab, pengurus federasi itu mendesak bertemu presiden.

BACA JUGA :  Pemkab Kolut Usul 50 Unit Rusus

“Kita juga kaget kenapa ada orang sekretariat negara datang ke kantor, ternyata mau cek langsung federasi itu. Pemkot juga menganggap itu ilegal,” katanya. Dalam dokumen permohonan bertemu Presiden, FSBDSI Cabang Kendari mencatat ada 1078 anggota dengan kantor beralamat di jalan Sao-Sao. “Saat kami cek alamatnya bersama staf Setneg, kantor dimaksud itu justru rumah warga yang mengaku tak tahu organisasi tersebut. Maka dugaan kita semakin kuat bahwa ini penipuan,” tambahnya.

BACA JUGA :  Polisi dan PNS Dicurigai tak Netral di PSU Muna

Anehnya, meski data-data sudah menguatkan dugaan penipuan, anggota FSBDSI justru masih percaya jika organisasi itu akan memberikan bantuan dari bank dunia. Terbukti belum ada satu pun yang melaporkan tindakan penipuan. “Kantornya memang sudah tidak ada, tapi rumah ketua cabang, Sugianto di Puunggolaka itu sudah dijadikan sekretariat mereka. Ada anggota saya yang awasi jangan sampai ada perekrutan lagi,” lanjutnya.

BACA JUGA :  Ini Misi Helikopter dan Penumpang yang Jatuh di Poso

Untuk bertindak, Pemkot dan aparat keamanan masih akan menunggu kepulangan penggurus FSBDSI dari Jakarta. “Berangkat dari 27 Januari lalu, sampai sekarang belum pulang. Kalau sudah pulang kita akan panggil untuk menjelaskan persoalan ini,” tandasnya. (c/ely)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top