Alamak, Pemenang Tender Masjid Al-Alam Tersandung KPK – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Alamak, Pemenang Tender Masjid Al-Alam Tersandung KPK

KENDARINEWS.COM, JAKARTA- Mega proyek pembangunan masjid Al-Alam di Teluk Kendari dibayangi masalah serius, dan berpotensi tak tuntas dikerjakan tepat waktu. Pemenang tender proyek ini, PT Brantas Abipraya kini terkena masalah hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dua pejabatnya, masing-masing Direktur Keuangan Sudi Wantoko dan Senior Manager Dandung Pamularno, dicokok KPK dalam sebuah operasi tangkap tangan, Kamis (31/3) lalu.

1-masjid

Dua pejabat utama PT Brantas itu diamankan saat hendak menyerahkan duit kepada terduga  Tomo Sitepu, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kajati DKI Jakarta, sebesar USD 143.835. Diduga  duit tersebut terkait  penyelidikan kasus hukum yang tengah membelit PT Brantas, dan sekarang sedang diselidiki Kejati DKI Jakarta. Untuk diketahui, Tomo Sitepu ini adalah Aspidsus di Kajati Sultra, tahun 2011 hingga 2013 lalu.

BACA JUGA :  Hanura Itu Bukan Partai Sontoloyo, Kasihan Ahmad Dhani!!

PT Brantas Abipraya adalah pemenang tender pengerjaan mega proyek masjid Al Alam di Teluk Kendari. Kontrak kerja proyek bernilai Rp 70 Miliar ini diteken 18 Februari 2016 lalu. Anggaran itu untuk mengerjakan sisi fisik bangunan masjid yang digadang-gadang menjadi salah satu icon pemerintahan Nur Alam-Saleh Lasata. “Iya, benar, PT Brantas yang kerja. Itu BUMN besar, dan saya yakin akan bisa dikerja tepat waktu,” kata Kadis PU, La Ode Saidin, beberapa waktu lalu.

BACA JUGA :  Selain Dibui, Daeng Azis Akhirnya Bangkrut

Terkait masa depan pembangunan masjid Al Alam, karena kontraktornya sedang bermasalah hukum, hingga sore (1/4) kemarin, belum ada pejabat berwewenang di Sultra yang berhasil ditemui dan memberikan pernyataannya. Kadis PU, La Ode Saidin ditongkrongi di kantornya hingga sore, belum bersedia menerima wartawan. Sementara Kepala Bappeda Sultra, Natsir Andi Baso sedang melaksanakan ibadah umroh.

Sementara Humas Pemprov Sultra, Kusnadi menolak memberikan tanggapan. Alasannya ia tidak mengetahui persis masalah tersebut. Sedangkan Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Sultra, Ronny Yakob juga enggan menanggapi. “Nanti kesanya melampaui kewenangan saya kalau pejabat lain tak ada yang menanggapi,” katanya, kemarin. BLP adalah lembaga yang memutuskan PT Brantas sebagai pemenang tender proyek ini.

BACA JUGA :  Yuddy: Terbukti, Bupati Ditangkap Narkoba akan Disanksi

Sekertaris PT Brantas Abipraya, Dina yang ditemui Kendari Pos di Jakarta sore kemarin mengungkapkan bahwa proyek Masjid Al Alam di Kendari akan tetap berjalan dengan normal. Sebagai pihak pemenang tender Dina mengungkapkan pembangunan mesjid itu akan terus berjalan normal seperti biasa. “Ini soal hajat hidup orang banyak. Tidak hanya pembangunan di Sultra. Seluruh paket yang telah kami tangani akan terus berjalan dengan normal seperti biasa,” ungkapnya saat ditemui dikantornya di PT BA di Cawang Jakarta Timur, Jumat (1/4). (yogi)

 

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top