Ekonomi Sultra Membaik di Tahun 2016 – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Ekonomi Sultra Membaik di Tahun 2016

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Larangan mengekspore ore nikel secara mentah ke luar negeri, memang sempat memukul ekonomi Sultra di tahun 2014 lalu. Tapi perlahan, geliat ekonomi di daerah ini mulai tumbuh dan stabil kembali. Bahkan diprediksi, pertumbuhan ekonomi di Bumi Anoa bisa mencapai 6,9 hingga 7,3 persen pada tahun 2016 ini.

Prediksi ini disampaikan Kepala Perawakilan BI Wilayah Sultra, Dian Nugraha di Kendari, belum lama ini di Kendari. Menurutnya, faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut yakni dengan perkembangan positif pada sektor pertanian, sektor pengolahan dan sektor perdagangan besar dan eceran.

“Fokus pemerintah daerah terhadap pengembangan program pertanian baik itu melalui penambahan luas lahan, jaminan ketersediaan bibit dan pupuk serta peningkatan irigasi juga akan membantu dalam mendorong perkembangan positif sektor pertanian sebagai salah satu sektor penunjang pertumbuhan ekonomi di Sultra”, ucapnya.

Ia menambahkan, hal tersebut diperkuat dengan perkiraan perekonomian global yang diperkirakan akan mulai pulih meskipun tidak signifikan. Dimana, secara umum perekonomian global masih akan mengalami perlambatan ekonomi di Tiongkok, penurunan harga komoditas, potensi kenaikan suku bungan AS, serta ancaman keluarnya modal dari negara berkembang.

BACA JUGA :  Wahdah Islamiyah Gandeng Kendari Pos, Helat Tabligh Akbar

Selain sektor pertanian dan membaiknya perekonomian global, pertumbuhan ekonomi Sultra juga akan ditunjang oleh sektor pertambangan. Dimana sudah ada beberapa smelter yang saat ini sementara dibangun akan siap dioperasikan pada 2016, lanjut kepala BI Sultra itu, pembangunan smelter juga masih akan mendorong perekonomian pada sektor konstruksi.

Sementara itu, untuk inflasi daerah di Sultra masih akan dipengaruhi oleh kelompok bahan makanan dengan memperhatikan sasaran inflasi nasional sebesar empat persen plus minus satu persen. “Kami konsisten untuk mengupayakan agar laju inflasi dan ekspektasinya terjangkau pada kisaran sasaran jangka menengah sebesar empat plus minus satu persen,”ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra menunjukan bahwa neraca perdagangan internasional di daerah ini mengalami surplus selama Januari 2016. Kata Kepala BPS Sultra, Atqo Murdiyanto, instansinya mencatat, jumlah ekspor yang terjadi sebanyak US$ 7,35 juta lebih banyak sebesar US$ 1,56 juta dibandingkan dengan jumlah impor yang sebesar US$ 5,79 juta. “Berdasarkan data tersebut, maka neraca perdagangan internasional yang terjadi di Sultra mengalami surplus selama Januari 2016,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Baharuddin-La Pili Menang Dua Kali, MK...

Sebenarnya, lanjut Murdiyanto, kegiatan ekspor yang terjadi di Sultra selama 2016 sebesar US$ 7,35 mengalami penurunan sebesar US$ 22,69 atau 75,53 persen dibandingkan Desember 2015 yang sebesar US$ 30,04. Namun dibandingkan dengan Januari 2015 yang sebesar US$ 0,92 mengalami peningkatan sebesar US$ 6,43 juta atau sebesar 698,91 persen dibanding kegiatan ekspor yang terjadi Januari 2016.

“Sementara total volume ekspor yang terjadi Januari 2016 sebesar 3,33 ribu ton turun sebesar 22,24 ribu ton atau 86,98 persen dibanding Desember 2015 sebesar 25,57 ribu ton. Sementara dibandingkan Januari 2015 sebesar 0,45 ribu ton, naik sebesar 2,88 ribu ton atau 640 persen dibanding Januari 2016. Total volume ekspor tersebut diambil dari ekspor yang langsung dari Sultra, atau tidak langsung,” jelasnya.

Jumlah ekspor itu berasal dari besi dan baja (ore nikel) sebesar US$ 6,29 juta dan ikan udang sesebar US$ 1,04 juta dengan pangsa pasar sebesar 87,10 persen. Dua komoditi tersebut diekspor di Korea Selatan sebesar US$ 4,34 juta atau 59,02 persen, India US$ 1,29 juta atau 17,64 persen dan Tiongkok sebesar US$ 0,77 atau 10,44 persen. “Selain itu, ada beberapa beberapa kegiatan ekspror dengan negara lainnya,” ujarnya.

BACA JUGA :  Edar Sabu di Konsel, Ditangkap di Kendari

Ditambahkan, untuk kegiatan impor Sultra yang terjadi Januari 2016 yang sebesar US$ 5,79 juta juga mengalami penurunan sebesar US$ 26,05 juta atau 81,82 persen dibandingkan dengan Desember 2015 yang sebesar USD 31,84 juta. Demikian juga dibandingkan dengan Januari 2015 yang sebesar US$ 21,71 juta atau 78.95 persen dibandingkan kegiatan impor Januari 2016.

“Volume impor yang terjadi Januari 2016 sebesar 12,63 ribu ton turun sebesar 61,52 ribu ton atau 82,97 persen dibanding Desember 2015 sebesar 74,15 ribu ton. Sementara dibandingkan Januari 2015 sebesar 35,39 ribu ton, turun sebesar 22,76 ribu ton atau 64,31 persen dibanding Januari 2016. Total volume ekspor tersebut diambil dari ekspor yang langsung dari Sultra, atau tidak langsung. Kegiatan impor yang terjadi di Sultra selama Januari 2016 hanya berasal dari bahan bakar mineral (bahan bakar minyak) dengan pangsa sebesar 100 persen dan tercatat sebesar US$ 5,79 juta,” tutupnya. (myu)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top