Bayi Kembar Dempet Butuh Uluran Tangan – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Intermezzo

Bayi Kembar Dempet Butuh Uluran Tangan

Bayi kembar siam dempet perut dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32) saat dirawat di inkubator Rumah Sakit Camatha Sahidya, Mukakuning, Batam. (Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id)

Bayi kembar siam dempet perut dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32) saat dirawat di inkubator Rumah Sakit Camatha Sahidya, Mukakuning, Batam. (Foto: Iman Wachyudi/ batampos.co.id)

KENDARINEWS.COM, BATAM –  Kondisi bayi perempuan kembar siam yang lahir dengan perut  bagian atas pusat berdempet di Batam, menurut  dokter Fauzi Maridin yang menanganinya, dalam keadaan sehat

“Dari penglihatan sementara, organnya bagus semua. Hanya kulitnya saja yang kelihatan menyatu,” ungkap Fauzi, saat ditemui di Rumah Sakit Camatha Sahidya di Jalan Jenderal Ahmad Yani nomor 8, Mukakuning, Rabu (30/3).

BACA JUGA :  Semua Korban Heli Poso Dimakamkan Di TMP Kalibata

Hanya saja, bagaimana kondisi ke depan bayi dari pasangan Junaidi (29) dan Warmin Bahrudin (32) itu , Fauzi belum bisa memberikan keterangan, untuk itu ia menyarankan untuk segera dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros (RSAB), demi penanganan lebih intensif dan operasi pemisahan.

“Disini kita belum mempunyai alatnya. Nanti akan di rujuk ke RSAB,” lanjut Fauzi.

BACA JUGA :  4 Tips Sebelum Tidur agar Wajah Bersinar

Sebelumnya, orang tua dari bayi dengan berat keduanya 4,6 Kg dan panjang 43 Cm, Junaidi mengatakan saat ini alasan pihak keluarga belum membawa bayi tersebut karena terbentur masalah biaya uang muka yang dimintai pihak RSAB.

“Di rumah sakit Awal Bros hanya ada satu slot di jalur umum, tapi mereka meminta uang muka dulu sebesar 40 juta. Sedangkan saat ini kami hanya mengandalkan BPJS Kesehatan,” terangnya.

Lebih lanjut Junaidi mengatakan pihak keluarga sudah mengetahui bahwa bayi yang ada di dalam kandungan istrinya kembar siam sejak usia kandungan memasuki umur 7 bulan. Namun karena keterbatasan pengetahuan, mereka tidak tahu bagaimana cara penanganannya.

BACA JUGA :  Menteri Susi: Ada Lagi, Katanya Saya mau Jadi Gubernur Jakarta

“Sudah tau sejak usianya 7 bulan, tapi kita tidak tau bagaimana penanganannya,” kata Junaidi.

Junaidi berharap anaknya dapat menjalani operasi pemisahan dan tumbuh menjadi dua bayi kembar sehat seperti bayi lainnya.

Namun, katanya hal ini masih terhambat dengan minimnya dana untuk proses operasi yang cukup mahal. Oleh sebab itu pihaknya meminta uluran tangan para dermawan untuk dapat membantu meringankan bebannya guna membayar operasi pemisahan anaknya. (eggi/rpg/zar)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top