Mangkir Dari Panggilan, La Nyalla Kini Jadi DPO – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Olahraga

Mangkir Dari Panggilan, La Nyalla Kini Jadi DPO

La Nyalla

La Nyalla

KENDARINEWS.COM, SURABAYA – Setelah dipanggil lebih dari satu kali namun tidak datang, akhirnya La Nyalla Matalitti kini menjadi buruan jaksa setelah Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memasukkan Ketua Umum PSSI itu ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Jaksa pun menyebar personel untuk melacak keberadaannya baik di Surabaya, Jakarta, hingga Malaysia dan Singapura. Meski begitu, tersangka kasus dugaan dana hibah Kadin Jatim itu memastikan tidak takut dan tetap menolak datang sebelum ada putusan pra peradilan.

Hal itu disampaikan La Nyalla melalui kuasa hukumnya beberapa jam sebelum Kejaksaan mengumumkan statusnya sebagai buron. Dia menyatakan tidak akan mendatangi kejaksaan selama belum ada putusan pra peradilan. “Setelah putusan itu, mau hasilnya diterima atau ditolak, Pak Nyalla akan datangi Kejaksaan,” kata Akhmad Riyadh, kuasa hukumnya.

Dia mengatakan, kepastian sikap itu disampaikan melalui sambungan telepon. Menurut Riyadh, dia menghubungi kliennya dalam rangka menjelaskan kemungkinan terburuk setelah tidak memenuhi panggilan ketiga pada Senin (28/3/2016).

BACA JUGA :  Telepon Panglima TNI, Urusan Langsung Beres

Dalam kesempatan itu, dia sudah menyebutkan bahwa kejaksaan bakal menetapkan sebagai buron. Meski demikian, kliennya menyatakan sudah bertekad bulat tidak akan datang ke kejaksaan sampai ada putusan.

Riyadh menegaskan, sikap tersebut karena dia dan kliennya ingin menguji keabsahan surat perintah penyidikan (sprintdik) yang menjadi dasar untuk menetapkan La Nyalla sebagai tersangka. ”Kalau sudah diuji dan hasilnya bagaimana, baru klien kami bersikap,” ucapnya.

Bahkan La Nyalla sudah membuat rencana usai pembacaan putusan pra peradilan. Misalnya jika permohonan itu diterima, maka dia akan mendatangi kejaksaan untuk menegaskan bahwa dia memang tidak patut disalahkan. Begitu pun jika ditolak, maka dia datang ke kejaksaan untuk menjalani pemeriksaan.

Sementara itu, dia mengaku belum menerima pemberitahuan resmi terkait statusnya sebagai buron. Bahkan sejak ada pengumuman dari kejaksaan mengenai status tersebut, Riyadh belum berhasil berkomunikasi lagi. ”Sebenarnya saya ingin menginformasikan perkembangan, tapi belum bisa,” imbuhnya.

Meski sudah ada status baru untuk kliennya, Riyadh belum berencana mengambil langkah hukum apa pun. Dia mengaku masih fokus terhadap permohonan pra peradilan yang rencananya disidangkan hari ini.

BACA JUGA :  10 Alasan Wanita Tolak Bercinta

Sementara itu, penyidik Kejati Jatim memutuskan untuk memasukkan La Nyalla ke dalam daftar buron setelah gagal menjemput paksa. Sejak Senin (28/3/2016) sore sampai kemarin siang, pencarian yang dilakukan tiga tim menemukan jalan buntu.

Sejumlah titik yang diduga menjadi tempat persembunyiannya juga sudah didatangi. Antara lain, rumah yang biasa ditempati di perumahan Wisma Permai Barat dan kantor Kadin Jatim. Kejati yang di-back up Kejaksaan Agung juga melacaknya di Jakarta. Sejumlah rumah dan hotel yang sering ditempati La Nyalla, didatangi. Tapi tidak ditemukan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim Romy Arizyanto mengatakan, dari informasi yang diterima Kejaksaan, tersangka hampir dipastikan berada di luar negeri. Dari data manifest di Kantor Imigrasi pada 17 Maret 2016, ada penumpang bernama La Nyalla yang terbang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-818 dari Bandar Soekarno Hatta dengan tujuan Malaysia sekitar pukul 16.45.

BACA JUGA :  2 Fase Menegangkan Bagi Ibu Hamil

Menurut Romy, tersangka ke luar negeri sehari setelah ditetapkan sebagai tersangka pada 16 Maret 2016. Kejaksaan membantah kecolongan. Alasannya, setelah penetapan tersangka, penyidik langsung melayangkan permohonan cekal yang disampaikan melalui Kejaksaan Agung. Tapi ternyata masih kalah cepat dengan La Nyalla. ”Tidak perlu menyalahkan siapa pun. Yang jelas kami sudah sesuai protap dan sekarang masih berusaha mencari,” ucapnya.

Untuk menemukan keberadaan La Nyalla, Kejati sudah mengirim pemberitahuan sekaligus permintaan bantuan pencarian ke Kejaksaan Agung, Polda Jatim, Kapolri, dan Komisi Pemberantasan Korupsi. Kejati juga menggandeng Interpol lantaran keberadaan La Nyalla terdeteksi di luar negeri.

Sejak kemarin, personel kejaksaan sudah ada yang tiba di Malaysia dan Singapura. Romy membenarkan bahwa di Singapura tidak ada perjanjian ekstradisi. Meski begitu, hal tersebut tidak menjadi halangan karena diselesaikan melalui pendekatan. ”Tapi pencarian di Surabaya dan sekitarnya tetap dilakukan,” ucapnya.(eko)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top