Hati-Hati!! Duduk Terlalu Lama Bisa Berisiko Serangan Jantung – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Kesehatan

Hati-Hati!! Duduk Terlalu Lama Bisa Berisiko Serangan Jantung

Man looking at a computer screen, thinking about the job at hand

Ilustrasi. Foto: Int

KENDARINEWS.COM Selain masalah emosi, duduk terlalu lama juga meningkatkan risiko serangan jantung. ‘’Duduk di posisi sama selama berjam-jam bisa menyebabkan pembekuan darah di kaki yang bisa berakibat fatal jika tidak diobati pada waktunya,’’ kata kardiolog interventional di Columbia Asia Hospital, Dr Anil Bansal seperti dilansir laman Health Me Up.

Menurut Anil, terdapat beberapa masalah kesehatan akibat terlalu banyak duduk yang bisa berakibat fatal. Misalnya DVT atau deep vein thrombosis, yakni pembekuan darah yang terbentuk di pembuluh darah pada kaki atau panggul.

BACA JUGA :  Resmi!! Dandim "Nyabu" Dicopot

Berjam-jam duduk bisa menyebabkan pembekuan darah di mana saat seseorang bangun dari posisi awal mereka, darah akan melakukan perjalanan dengan tiba-tiba hingga mencapai paru-paru dan menyebabkan emboli paru. Emboli paru atau pulmonary embolism (PE) adalah penyumbatan arteri utama di paru-paru, atau salah satu cabang oleh zat yang sebelumnya sudah melakukan perjalanan dari tempat lain di tubuh melalui aliran darah.

BACA JUGA :  Mendagri : Saya Yakin 30 Persen Susunan Reshufle Kabinet yang Beredar

Hal ini bisa mengakibatkan penyumbatan aliran darah atau oksigen melalui paru-paru yang bisa menyebabkan serangan jantung. Lantas, bagaimana hubungan terlalu lama duduk dengan pembekuan darah?

‘’Jika tubuh Anda atau beberapa bagian tubuh tidak melakukan gerakan dalam waktu yang lama, hal ini akan menghambat sirkulasi darah. Jika darah berkumpul di satu tempat di kaki, trombosit cenderung menempel satu sama lain dan membentuk bekuan,’’ kata Anil.

BACA JUGA :  Satu Juta Pegawai akan Dirumahkan Tahun 2017

Dalam sebuah penelitian tahun 2007, WHO yang meneliti bahaya global dari perjalanan menemukan, risiko terjadinya pembekuan darah sekitar dua kali lipat jika Anda ‘’Meskipun peneliti belum bisa menemukan dan memahami mekanisme yang membuat kehidupan positif berpengaruh pada pengurangan risiko penyakit jantung, namun mereka meyakini kehidupan yang positif memiliki komponen vitalitas, kepuasan hidup dan pengendalian emosi. Semua hal ini dapat membuat jantung  lebih sehat,’’ tutur Yanek. (nhk)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top