Tak Didukung Amdal, Alat Berat PT SSU Disita – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Bombana

Tak Didukung Amdal, Alat Berat PT SSU Disita

Alat Berat PT SSU yang dipasangi police line

Alat Berat PT SSU yang dipasangi police line

KENDARINEWS.COM,BOMBANA—Aparat kepolisian daerah (Polda) Sultra saat ini tengah membidik perusahaan pertambangan yang tak dilengkapi dokumen analisis dampak lingkungan (Amdal) namun melakukan aktivitas, terlebih di atas tanah milik pemerintah dan kawasan hutan lindung.

Terbaru, aparat Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus menyita 3 unit alat berat milik PT SSU di Kabaena, Bombana. Penyitaan dilakukan sejak Kamis (24/3/2016) lalu dipimpin AKP La Upe. Selain melakukan penyitaan, penyidik juga mengunjungi lokasi pembangunan smelter PT SSU di UPT Lebota (SP4) Desa Tedu Bara, Kecamatan Kabaena Utara. Di situ penyidik mengambil titik kordinat lokasi dan pengambilan gambar sebagai barang bukti.

BACA JUGA :  Plesetkan Simbol Negara, Raffi Cs Bakal Dipanggil Polisi

Seorang warga bernama Simon Batemen (47), transmigran lokal yang menjual lahannya pada PT SSU juga diperiksa. “Kami jual Rp 3500 permeter pada perusahaan,” jawabnya.

Dalam peninjauan lokasi dan penyitaan alat berat tersebut, polisi didampingi pihak Dinas Pertambangan Kabupaten Bombana dan Balai Lingkungan Hidup Provinsi Sultra. Kabid Tata Kelola Lingkungan, Aminoto Kamaludin membenarkan lokasi PT SSU tidak mengantongi Amdal dan memang tak pernah mengurus izin tersebut. “Kami juga baru tahu kalau ada aktivitas di lokasi ini,” tutur Aminoto.

BACA JUGA :  Wow, Tarif Angkot Bakal Turun Segini....

Kasubdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Hartono mengungkapkan, kasus itu sudah dalam proses penyelidikan sepekan ini. Beberapa saksi dari perusahaan yakni Dirut PT SSU, Suriati Makbul, Komisaris bernama H. Makbul termasuk kontraktor perusahaan, Wahyu dan pihak BLH, Untung Ratu sudah dimintai keterangan. Ditemukan bukti awal bila perusahaan tersebut melanggar peraturan undang-undang Lingkungan Hidup. “Makanya kami melakukan penyitaan alat berat untuk barang bukti pengolahan lahan lokasi pembangunan smelter,” kata Hartono. (egy)

BACA JUGA :  Provinsi Kepulauan Buton Tak Masuk Draft RPP Pemekaran Daerah

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top