Jokowi Umumkan Blok Masela, PT Bakrie Incar Tender Pengadaan Pipa – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Nasional

Jokowi Umumkan Blok Masela, PT Bakrie Incar Tender Pengadaan Pipa

334069_620

Jokowi dan Abu Rizal Bakrie. Foto: Int

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Perdebatan penambangan gas di blok Masela untuk saat ini dianggap tuntas. Pemerintah sudah memutuskan, kilang akan dibangun di darat (on shore). Salah satu perusahaan yang mendapatkan berkah dari keputusan ini adalah PT Bakrie and Brother, Tbk. Perusahaan induk Grup Bakrie itu berpeluang mendapat pengadaan pipa melalui anak usahanya, PT Bakrie Pipe Industries (BPI).

BPI yang seluruh sahamnya milik PT Bakrie memang sejak 2010 mengincar pengadaan pipa di blok Masela. Skema kilang onshore maupun offshore sama-sama menawarkan kebutuhan pipa di tambang migas yang berlokasi di Laut Arafura, Maluku, itu. Namun, dengan skema onshore, mutlak diperlukan jaringan pipa lebih banyak dari tengah laut menuju ke kilang di darat.

BACA JUGA :  Jokowi Pasti Izinkan Kejagung Periksa Setya Novanto

“Keputusan pemerintah itu memberikan prospek kepada BNBR. Sebab, anak usahanya punya kompetensi membangun jaringan pipa. BPI juga yang membangun jaringan pipa Kalija (Kalimantan–Jawa sepanjang 207 km),’’ ungkap analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya kemarin.

Meski belum pasti seberapa besar akan meraih proyek, setidaknya itu cukup positif bagi BNBR yang sudah lama tidak memiliki proyek signifikan. ’’Yang terpenting ada prospek. Sebab, investor itu melihat prospek,’’ ucapnya.

BACA JUGA :  Stress, Pemuda Ini Lompat dari Kapal dan Hilang di Pulau Cempedak

Namun, untuk mengukur seberapa besar signifikansinya terhadap kinerja BNBR dan pergerakan harga sahamnya, itu masih harus menunggu hasil tender yang dilakukan investor dan operator Blok Masela. ’’Sebab, tidak mungkin monopoli. Nanti dilihat seberapa besar porsi yang didapat BNBR,” lanjutnya.

Saham BNBR saat ini bersandar di batas harga terendah yang berlaku di Bursa Efek Indonesia (BEI), yaitu Rp50. Sejak 2012, emiten yang dahulu sempat menjadi favorit investor itu menjadi saham gocapan. Ditambah lagi kinerjanya tidak kunjung membaik. Laporan keuangan BNBR sepanjang 2015 mencatat pendapatan bersih Rp4,661 triliun atau turun 26,9 persen jika dibandingkan dengan pada 2014 sebesar Rp6,378 triliun. Perseroan menderita rugi bersih Rp1,745 triliun tahun lalu jika dibandingkan dengan laba bersih Rp155,104 miliar pada 2014.

BACA JUGA :  Jokowi Minta Laporan Detail Soal Harga Satelit L Band

William berharap, BNBR melalui BPI benar-benar mendapat proyek signifikan dari Blok Masela. Tujuannya, kinerjanya membaik. Sebab, tidak dimungkiri masih banyak investor yang menunggu kebangkitan saham BNBR, saham Grup Bakrie yang lain, serta saham di luar Grup Bakrie yang pada masa lalu sempat menjadi idola. ’’Kepentingannya sebenarnya lebih kepada supaya pasar saham bergairah lagi. Likuiditasnya membaik lagi. Kita ingat, dulu saham Grup Bakrie cukup dominan,’’ ulasnya.(gen/c4/oki)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top