Baharuddin-La Pili Menang Dua Kali, MK… – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Baharuddin-La Pili Menang Dua Kali, MK…

RUSMAN+MALIK+CALON+BUPATI+MUNA+UNTUK+RAKYAT

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Muna telah dilangsungkan pada tiga TPS di Muna yakni, TPS 1 Marobo Kecamatan Marobo, TPS 4 Raha 1 Kecamatan Katobu, dan TPS 4 Wamponiki, Selasa (22/3/2016). Hasilnya, pasangan dr Baharuddin-La Pili berhasil mengalahkan pasangan Rusman Emba-Malik Ditu dengan selisih satu suara. Pasangan bernomor urut 3 itu berhasil mengumpulkan akumulasi suara dari tiga TPS dimaksud sebesar 594, sedangkan pasangan nomor 1 hanya memperoleh akumulasi suara 593.

Kemenangan pasangan berakronim dr Pilihanku ini adalah kali kedua selama pelaksanaan Pilkada Muna. Pada Pilkada Muna 9 Desember 2015 lalu, pasangan dr Baharuddin-La Pili juga unggul atas pasangan Rusman Emba-Malik Ditu dengan selisih 33 suara. Namun, kemenangan itu digugat di Mahkamah Konstitusi (MK), dan diputuskan untuk menggelar PSU di tiga TPS yang hasilnya juga dimenangkan oleh dr Pilihanku-La Pili.

Menang di PSU dengan selisih satu suara, sehingga pasangan dr Pilihanku melalui kuasa hukumnya Rahman Saleh yakin keluar sebagai pemenang. “Hasilnya, semua sudah tahu, dokter menang 1 suara, jangan lagi ditafsirkan melebar,” tegas kuasa hukum tim Dokter Pilihanku, DR Abd Rahman SH, kemarin di Raha.

BACA JUGA :  Smartphone Tercanggih Laris Manis

KPU, kata Rahman, saat ini ditugasi menjalankan putusan MK tersebut dan tidak diperintahkan untuk membuat keputusan baru, atau menerbitkan SK pemenang yang baru. Ia meminta pasangan lawan, untuk tidak menggiring opini publik, bahwa hasil PSU langsung dikumulasikan dengan hasil sebelumnya karena itu salah kaprah. “Hasil PSU, dokter menang, berarti seperti itu pula hasilnya, jangan ditafsirkan lagi,” tandasnya.

Supaya semua pihak tidak mengklaim kemenangan, Rahman yang kemarin disodori kuasa sebagai pendamping hukum tim dokter menegaskan agar semua pihak menunggu putusan MK nantinya karena yang diputuskan tanggal 25 Februari lalu sifatnya putusan sela. Nantilah setelah MK menerima laporan KPU soal hasil PSU, barulah boleh ditentukan siapa sesungguhnya pemenang Pilkada Muna, sekaligus yang akan menjadi Bupati Muna periode 2016-2021 mendatang.

“Perlu di pahami PSU ini adalah implikasi dari amar putusan MK. Dalam putusan MK tidak disebutkan ada angka selisih 94 suara,”ujarnya. Ia pun memastikan, pasangan Dokter Pilihanku tidak akan mengambil langkah hukum apapun karena posisinya saat ini adalah pemenang. Yang berhak mengambil langkah hukum itu, hanya pada pihak yang kalah. Pihaknya hanya membuat laporan bahwa telah mengikuti PSU, dan terpilih sebagai pemenang, dengan selisih 1 suara.

BACA JUGA :  Dugaan Suap Pilkada Buton, Umar Samiun: Saya Justru Korban Pemerasan

Kata dia, kondisi seperti ini pernah terjadi pada pilkada Konawe Utara (Konut) dan Buton 2012 lalu. Terjadi PSU dan yang dinyatakan sebagai pemenang adalah peraih suara terbanyak di PSU itu. “Makanya setelah PSU, MK langsung memutuskan hasil berdasarkan laporan KPU. Tidak ada hitung-hitungan suara atau akumulasi suara di sana. Jelasnya pasca ini sengketa di MK sudah selesai dan ini final dan mengikat,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU Muna, Armin Rambega mengungkapkan, pihaknya hanya akan menggelar pleno hasil PSU. Setelah itu hasilnya akan dilaporkan kepada MK, sesuai perintah. “Penentu kemenangan itu adalah MK, karena ini masih dalam putusan sela. Kita tidak boleh mengada-ada. Kita diberi waktu 7 hari pasca PSU ini untuk melaporkan hasil,”tandasnya.

Hasil keputusan MK tersebut nantinya yang akan ditetapkan sebagai pemenang sekaligus menjadi bupati dan wakil bupati Muna. “Kalau MK sudah putuskan, kita langsung mengagendakan penetapan calon. Pastinya saat ini belum ada pemenang. Soal akumulasi suara atau ada saldo 94 itu saya tidak tahu dan tidak mendengar ada dalam amar putusan MK,”terang, Armin Rambega.

BACA JUGA :  Waduh....Kabupaten ini Diserang Wabah TBC

Bagaimana dengan MK? Mahkamah Konstitusi (MK) ternyata masih menunggu laporan hasul PSU Muna. Humas MK, Budi Achmad Johari menjelaskan, KPU diberi waktu 7 hari setelah PSU dilaksanakan. Setelah hasil diterima oleh MK hasil PSU akan dibahas dalam rapat permusyawaratan Hakim. “Apakah hakim akan memutus langsung atau membuka kembali persidangan kembali, tergantung hasil pembahasan hakim dalam RPH nantinya,” kata Budi, saat dihubungi Rabu malam.

Budi juga mengatakan terkait dengan hasil PSU yang nantinya akan diputuskan final oleh MK sudah tak dapat lagi diperkarakan. “Setelah sidang putusan hasil PSU ditetapkan oleh hakim maka tak ada celah apapun untuk kembali memperkarakan hasil PSU tersebut. Prinsipnya putusan MK nantinya sudah beraifat final dan mengikat,” jelasnya. (gola/yogi/sawal lakawa)

Komentar

komentar

6 Comments

6 Comments

  1. roy

    24 Mar 16 10:16 at 10:16

    pendapat pengacara tersebut untuk menghibur diri atas kekalahan….

    • Kanitasari

      24 Mar 16 11:43 at 11:43

      AlhamdulillH. Semoga hasil keputusan MK bisa ssuai harapan. Bravo dr.pilihanku,lanjutkan !!!!!!

    • Kanitasari

      24 Mar 16 11:46 at 11:46

      Jangan suka salah kaprah

  2. Agus

    24 Mar 16 21:43 at 21:43

    Siapapun yang menang pastilah yang terbaik untuk Kab. Muna…Mari kita bersatu kembali membangun Muna menjadi lebih baik

  3. amran

    25 Mar 16 10:30 at 10:30

    KUASA HUKUM ABAL ABAL…….. SIAPA BILANG HASIL PSU KONUT 2010 TIDAK DI AKUMULASIKAN DENGAN HASIL SEMUA TPS ,,,,,,,,,,,,,, BACA AMAR PUTUSAN MK

  4. Saidiman Neangka

    25 Mar 16 20:21 at 20:21

    Kuasa hukum yg suka PHP.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top