Tidak Semua Pertanyaan Penyidik Dijawab Jessica “Sianida” – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Tidak Semua Pertanyaan Penyidik Dijawab Jessica “Sianida”

Jessica Kumolo Wongso

Jessica Kumolo Wongso

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Tidak semua pertanyaan polisi yang bersedai dijawab oleh Jessica, tersangka kasus kematian Wayan Mirna Salihin awal Januari lalu. Kasus yang kemudian banyak dikenal sebagai kopi siandia ini sangat menyita perhatian publik. Karenanya, polisi pun bekerja keras untuk mengungkap apakah Jessica benar-benar sebagai pembunuh Mirna.

Karena Jessica pernah tinggal di Australia, polisi pun mendatangi kepolisian setempat untuk mengumpulkan data. Penyidik mendapati Jessica memiliki sejumlah catatan kriminal di Sydney.

BACA JUGA :  Legenda Belanda Johan Cruyff Tutup Usia

Catatan itulah yang dikonfirmasi penyidik kepada Jessica saat pemeriksaan, Jumat (18/3/2016) lalu. Namun, Jessica enggan menjawab pertanyaan penyidik.

Penyebabnya, urusan di Negeri Kangguru tidak ada kaitannya dengan kasus yang sedang dihadapinya di Jakarta. Menurut Kuasa Hukum Jessica Kumala Wongso, Hidayat Boestam, keengganan kliennya menjawab pertanyaan penyidik merupakan hak.

“Karena tidak ada hubungannya dengan kasus yang dituduhkan kepadanya. Pembunuhan berencana,” ujar Hidayat Ahad (20/3/2016).

Mengenai hal yang pernah membuat Jessica berurusan dengan polisi di Sydney, Hidayat mengaku tak tahu apa-apa. Sehingga, tak penting digali lebih dalam lagi dari kliennya. “Apa polisi dapat keterangan Jessica yang berkaitan dengan racun? Kan enggak ada. Itu polisi saja yang sambung-sambungin untuk pembenaran,” kata Hidayat.

BACA JUGA :  GEMPA SUMBAR: Tsunami Sudah Terjadi

Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti sebelumnya mengaku, salah satu tujuan kunjungannya ke Australia untuk melengkapi bukti baru terkait penetapan tersangka terhadap Jessica Kumala Wongso.

Mantan Kapolsek Penjaringan itu mengatakan, Polda Metro Jaya telah bekerja sama dengan Australian Federal Police (AFP) untuk mengungkap kasus kematian Wayan Mirna Salihin. “Saya berangkat untuk melakukan negosiasi dengan kepala AFP. Sudah ada approval. Jadi ini namanya kerja sama mutual legal assistance antara Indonesia dan Australia,” ujar Krishna di Mapolda Metro Jaya, Jumat (26/2/2016).

BACA JUGA :  Kapal Rute Wanci-Baubau Terbakar

Krishna menambahkan, AFP telah menyatakan bersedia membantu penyidikan kasus kopi sianida ini hingga tuntas. “Ada penyitaan mereka bisa melakukan. Penyidik kita masih bekerja di Australia. Kami sudah dapat update cukup signifikan,” papar Krishna.(elf)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top