Pengamanan PSU Muna Bakal Ketat, Satu TPS Dijaga 100 Polisi – Kendari Pos Online
Space Iklan Garis Batas
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Pengamanan PSU Muna Bakal Ketat, Satu TPS Dijaga 100 Polisi

KENDARINEWS.COM, KENDARI– Perlakuan aparat kepolisian terhadap pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Muna luar biasa istimewa. Dalam kondisi normal, di tiap TPS tempat digelarnya pemilihan kepala daerah, biasanya hanya ada 2 atau 3 aparat di tiap TPS, maka khusus di PSU Muna akan nada 100 personil polisi dikerahkan untuk berjaga di TPS, demi menjamin lancarnya proses pemungutan suara yang dijadwalkan digelar 22 Maret nanti.

1-PSu

Tambahan pasukan dari Brimobda Sultra akan tiba di Muna, Minggu (20/3) besok untuk mempertebal pengamanan di daerah itu jelang pelaksanaan PSU. Pasukan elit kepolisian itu datang dilengkapi dengan persenjataan lengkap termasuk segala perlengkapan anti huru-hara. “Kami harus memastikan semua dalam kondisi aman menjelang PSU,” aku Kapolres Muna, AKBP Yudith Satria Hananta.

Mantan Detasemen Gegana Brimob Polda Sultra itu, menybutkan, saat ini jumlah personil Brimob yang BKO-an (ditugaskan) di Muna sebanyak 225 personil. Mereka di siagakan di Mapolres Muna dan di wilayah TPS 4 Wamponiki, TPS 4 Raha 1 dan TPS 1 Desa Marobo. “Besok (hari ini, red), kita akan kirim lagi 2 peleton Brimob di Marobo. Kita akan mempertebal pengamanan pada semua TPS ini,”ujarnya.

BACA JUGA :  Wah, 27 Warga Kalbar Diduga Gabung ISIS

Semua personil kepolisian nantinya akan dilengkapi senjata serta peralatan mobil untuk mengantisipasi adanya anarkisme. “Jelas menggunakan senjata. Water canon, untuk mencegah adanya rawan kacau. Karena PSU seperti adu penalti dan dianggap rawan. Jadi tanggal 21 maret hari tenang. Hari itu juga kami akan kerahkan semua pasukan,” tandasnya.

Ia juga menambahkan khusus pengamanan disekitar TPS ini, pihaknya akan membangun pos dan memperketat patroli malam hingga pagi hari. “Anggota akan patroli terus 1X24 jam hingga pelaksanaan PSU nanti,” timpalnya. Selanjutnya, untuk pengamanan di tiga TPS pada hari H pemiliham, pengganti AKBP Sugeng Widodo itu telah menyiapkan anggotanya sebanyak 300 personil dan personil cadangan untuk mengantisipasi adanya kontigensi.

BACA JUGA :  Batas Usia Pensiun PNS Diperpanjang

“Jadi dalam satu TPS itu, kita akan siagakan 100 personil yang akan menjaga jalanya proses pencoblosan nanti,”timpalnya.  Hingga saat ini, kata dia, situasi di Muna masih terbilang kondusif. Meski begitu Yudith, tidak mau kecolongan. Pengamanan akan terus ditingkatkan. “Kondisi aman, tidak ada gejolak besar hanya riak-riak kecil tapi semuanya sudah bisa diatasi,”terangnya.

Perwira Polri dengan pangkat dua bunga di pundak itu menegaskan, dalam pengamanan PSU ini, pihaknya netral. Tugas Polisi hanya untuk menjaga Kamtibmas agar PSU bisa berjalan dengan aman dan lancar. Karena itu, Ia menghimbau pada masyarakat untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang bisa menimbulkan gangguan kamtibmas.
Begitu halnya, para pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Muna agar menahan para pendukung dan simpatisannya untuk tidak memancing suasana. “Saya himbau kepada seluruh masyarakat Muna, untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas, agar masyarakat bisa menyalurkan hak suaranya, dengan aman dan tertib,”imbuhnya.

BACA JUGA :  Saya Tahu Gaston Masih Mau Tapi Jupe Sudah Enggak Mau

Sementara itu, Dandim Muna Letkol ARH Hendra Gunawan mengatakan, TNI akan memurunkan minimal 200 personil untuk membantu tugas Polri, tentu saja dilengkapi senjata lengkap. “Jadi surat dari kepolisian sudah masuk hari ini (kemarin). Kami akan turun bersama mengawal PSU. Pasukan kami ada intelijen serta yang berpakaian resmi. Tentunya pengamanan ini sebelum dan sesudah hari H. Sampai memastikan betul- betul kondisi aman,” jelasnya.

Ia menegaskan tentara tidak berpolitik hanya menjaga keamanan. Tidak memiliki kepentingan atas pesta demokrasi. “Netralitas harga mati. Polri pun sama tidak ada kepentingan. Saya tidak bermain main saat PSU. Tetap jurdil. Kalau ada anggota saya yang memihak maka sanksi tegas menanti. Bisa saja berakhir dengan pemecatan,” tegas Letkol ARH Hendra Gunawan. (p10/gol)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top