Harapan Honorer K2 Terbuka, Hanya saja… – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Harapan Honorer K2 Terbuka, Hanya saja…

KENDARINEWS.COM, KENDARI– Ada secercah harapan untuk honorer K2. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Yuddy Chrisnandy kembali melontarkan janji mencabut kebijakan moratorium rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2016 ini. Namun perekrutan yang dilakukan pemerintah sangat terbatas. Sebab hanya untuk formasi tertentu seperti tenaga guru, kesehatan dan hukum. Sayangnya, kuota CPNS baru ini diperuntukan bagi Pemda dengan belanja pegawai di bawah 50 persen.

1-Honorer

Hingga kini, pemerintah daerah belum menerima petunjuk teknis (Juknis) mengenai kebijakan tersebut. Padahal pekan lalu, pihak kementerian baru saja melakukan pertemuan dengan Pemda se-Indonesia.
“Memang benar, kami telah mendengar rencana penerimaan seleksi CPNS tahun ini. Tapi, acuan pemerintah harus berupa Juknis atau surat edaran. Makanya, kami belum bisa memberi konfirmasi mengenai kebijakanKementerian,” kata Ridwan, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, kemarin.

Ia mengaku, kementerian juga memberi informasi tentang seleksi bagi honorer Kategori Dua (K2). Makanya, ia cukup terkejut informasi mengenai seleksi penerimaan CPNS untuk Pemda yang belanja pegawainya proporsional atau kurang dari 50 persen. Sebab fokus pembahasan pada pertemuan pekan lalu, mengenai tenaga honorer yang masih tersisa. Dari hasil rapat, pusat kembali membuka peluang bagi tenaga honorer K2.

BACA JUGA :  Tony Herbiansyah: Pejabat Wajib Menetap di Koltim

Hanya saja, kementerian belum memberikan kepastian kapan pelaksanaannya. Pemda hanya diminta untuk menunggu Juknis selanjutnya dari kementerian. Dari hasil penjelasan, tenaga honorer akan diangkat secara bertahap. Namun hanya bagi tenaga honorer yang usianya kurang dari 35 tahun. Sementara yang berusia di atas 35 tahun akan diprioritaskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

Tenaga honorer yang akan direkrut kata Ridwan, juga terbatas. Sebab hanya bagi tenaga pendidik, kesehatan dan tenaga teknis lainnya. Seperti diketahui, KemenPAN-RB akan melakukan perekrutan CPNS pada 2016 yang sifatnya terbatas. Namun dipastikan 224 kabupaten/kota tak akan mendapat kuota. Di Sultra disebutkan ada 6 daerah. (c/mal)

BACA JUGA :  Menteri Anies Klaim Laporan Masalah Pelaksanaan UN 2016 Menurun

 

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Yuddy Chrisnandy kembali melontarkan janji mencabut kebijakan moratorium rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2016 ini. Namun perekrutan yang dilakukan pemerintah sangat terbatas. Sebab hanya untuk formasi tertentu seperti tenaga guru, kesehatan dan hukum. Sayangnya, kuota CPNS baru ini diperuntukan bagi Pemda dengan belanja pegawai di bawah 50 persen.
Hingga kini, pemerintah daerah belum menerima petunjuk teknis (Juknis) mengenai kebijakan tersebut. Padahal pekan lalu, pihak kementerian baru saja melakukan pertemuan dengan Pemda se-Indonesia.
“Memang benar, kami telah mendengar rencana penerimaan seleksi CPNS tahun ini. Tapi, acuan pemerintah harus berupa Juknis atau surat edaran. Makanya, kami belum bisa memberi konfirmasi mengenai kebijakan Kementerian,” kata Ridwan, Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sultra, kemarin.
Ia mengaku, kementerian juga memberi informasi tentang seleksi bagi honorer Kategori Dua (K2). Makanya, ia cukup terkejut informasi mengenai seleksi penerimaan CPNS untuk Pemda yang belanja pegawainya proporsional atau kurang dari 50 persen. Sebab fokus pembahasan pada pertemuan pekan lalu, mengenai tenaga honorer yang masih tersisa. Dari hasil rapat, pusat kembali membuka peluang bagi tenaga honorer K2.
Hanya saja, kementerian belum memberikan kepastian kapan pelaksanaannya. Pemda hanya diminta untuk menunggu Juknis selanjutnya dari kementerian. Dari hasil penjelasan, tenaga honorer akan diangkat secara bertahap. Namun hanya bagi tenaga honorer yang usianya kurang dari 35 tahun. Sementara yang berusia di atas 35 tahun akan diprioritaskan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Tenaga honorer yang akan direkrut kata Ridwan, juga terbatas. Sebab hanya bagi tenaga pendidik, kesehatan dan tenaga teknis lainnya. Seperti diketahui, KemenPAN-RB akan melakukan perekrutan CPNS pada 2016 yang sifatnya terbatas. Namun dipastikan 224 kabupaten/kota tak akan mendapat kuota. Di Sultra disebutkan ada 6 daerah. (c/mal)

BACA JUGA :  Resmi, Grup Petral Dibubarkan

Komentar

komentar

1 Comment

1 Comment

  1. muhiddin

    19 Mar 16 22:04 at 22:04

    PPPk no. PNS harga mati.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top