Dugaan Suap Pilkada Buton, Ini Kata Direktur CBA – Kendari Pos
Space Iklan Garis Batas
Pariwara
Pariwara
Pariwara
pariwara
Space Iklan
HEADLINE NEWS

Dugaan Suap Pilkada Buton, Ini Kata Direktur CBA

KENDARINEWS.COM.  JAKARTA – Bupati Buton Samsu Umar Abdul Samiun mengklaim di beberapa media massa bahwa kasus dugaan suap sengketa Pilkada Buton di Mahkamah Konstitusi (MK) yang melibatkan dirinya telah tuntas. Bahkan menurutnya kasus tersebut sudah lama selesai.

-uchok

Selain itu, Umar Samiun mengatakan, saat ini publik juga sudah bisa menilai bahwa dalam kasus tersebut dirinya lebih kepada korban pemerasan yang dilakukan oleh Akil Mochtar. Hal itu dibuktikan dari penjelasan dihadapan penyidik dan persidangan terkait kronologis tentang aliran dana yang ia setor ke Akil Mochtar

“Jadi, bagi saya, semua sudah tuntas. Insya Allah, tidak ada lagi masalah. Biarkan kami bekerja untuk rakyat Buton. Utang saya terhadap masyarakat masih banyak yang perlu saya kerjakan,” ujar Umar Samiun yang dikutif dari salah satu media lokal beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Centre for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi menjelaskan bahwa selama ini belum ada aturan dimana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap sebuah kasus.

“Mana ada kasus tuntas di KPK. KPK tidak punya SP3 untuk menghentikan sebuah kasus,” papar Uchok.

Apa yang menjadi komentar dari Umar Samiun, lanjut kata Uchok hanyalah sebuah alasan untuk diri sendiri agar merasa nyaman dan seolah-olah tidak akan pernah dipanggil lagi oleh KPK terkait dengan kasus tersebut.

“Semua kasus yang sudah ke kuningan, tidak ada yang boleh dihentikan. Harus tetap dilanjuti oleh kpk. Jadi, kalau Umar Samiun mau bekerja silahkan bekerja. Kalau menganggap bahwa masalah KPK sudah tuntas, hanya sebuah alasan untuk diri sendiri biar merasa nyaman, dan alasan ini hanya sebuah jusfikasi agar hidup tenang seolah olah hantu KPK sudah diusir, dan tak akan pernah dipanggil-panggil lagi ke KPK,” pungkasnya.

Olehnya itu, Uchok meminta kepada KPK untuk segera menuntaskan kasus tersebut dengan melakukan langkah-langkah memanggil Umar Samiun untuk diperiksa kembali. “Dengan melakukan pemanggilan, berarti KPK tidak dituduh sebagai lembaga yang masuk angin. Tapi serius untuk menindaklanjuti kasus ini. Saya masih percaya KPK masih mengumpulkan data dan dokumen, sampai menemukan dua alat bukti,” jelasnya.

Sampai saat ini, KPK memang sudah mengantongi petunjuk yakni aliran dana Rp 1 miliar yang ditransfer oleh Umar Samiun ke rekening milik istri Akil Mochtar dari total Rp 6 miliar yang menjadi permintaan Akil Mochtar. Petunjuk kedua adalah pengakuan Umar Samiun dihadapan penyidik dan persidangan di pengadilan tipikor saat menjadi saksi dari Akil Mochtar.

“Sabar saja. Rp 1 milyar  mungkin masih satu bukti, dan mungkin KPK lagi mencari bukti lainnya. Tapi KPK itu selalu membuatkan kejutan pada semua orang. Kejutan ini akan mengejutkan, tidak seperti yang dihayalkan dan dibicarakan. Karena KPK selalu punya jalan yang aneh suka mengejutan yang mendadak,” tutupnya. (fik)

Komentar

komentar


Notice: Trying to get property of non-object in /home/kendaripos/public_html/wp-content/themes/flex-mag 1.13/functions.php on line 1001
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Download Aplikasi Epaper Kendari Pos

Copyright © 2015 PT. Media Kita Sejahtera Jl. Malik Raya No.50 Mandonga, Kendari - Sultra, Hp: 08114052225 (sms) Email: kendariposonline@gmail.com Time: Monday, 30 October 2017 07:12:21

To Top