Hati-Hati, Layanan Gratis Tambah Daya PLN Bak Madu yang Beracun – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Hati-Hati, Layanan Gratis Tambah Daya PLN Bak Madu yang Beracun

tambah-daya-gratis-130905b

KENDARINEWS.COM, JAKARTA – Masyarakat diingatkan untuk mencermati dan tidak mudah tergiur dengan layanan tambah daya listrik (tambah daya) gratis bagi pelanggan Rumah Tangga 900 VA (Volt Ampere) yang ingin naik daya ke 1300 VA.

“Hati-hati jebakan madu beracun atas program ini. Masyarakat seolah-olah disuguhi madu yang manis rasanya padahal sebenarnya mengandung racun,” ujar Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia, Ferdinand Hutahaean, kepada redaksi, Kamis (17/3).

BACA JUGA :  Dispenda Kolut Target 6,9 Miliar

Menurut dia, rakyat yang tidak cermat dan layak dapat subsidi bisa saja tergiur dengan layanan tambah daya gratis yang diberlakukan PLN terhitung permohonan tanggal 15 Maret hingga 31 Desember 2016. Padahal, begitu pindah ke 1300 VA mereka tidak akan lagi menikmati subsidi karena daya 1300 VA ke atas tidak disubsidi oleh pemerintah.

“Kita sangat menyayangkan program ini dikemas seperti demikian. Mengapa pemerintah tidak langsung saja memutuskan penghapusan subsidi listrik? Kenapa harus pakai cara akal-akalan seperti ini?” kata Ferdinand.

BACA JUGA :  Hasil Pleno KPU, PSU Muna Digelar 22 Maret

Mestinya, kata dia, pemerintah membuat program jelas terhadap penghapusan subsidi yang salah sasaran yang marak terjadi akibat ulah dan kinerja PLN sendiri yang tidak mengantisipasi permintaan pasang baru dengan daya 450 VA hingga 900 VA.

Selain itu, pada saat ada permintaan pasang terhadap daya listrik yang disubsidi, PLN meneliti terlebih dahulu apakah pemohon layak dapat subsidi atau tidak. Salah satu contoh adanya rumah rumah kost mewah yang dipasangi KWH meter tiap kamar padahal kost tersebut bertarif mahal karena berbagai fasilitasnya.

BACA JUGA :  Modus Peredaran Narkoba di Rutan Kendari.....

“Yang seperti ini kan tidak layak disubsidi. Nah lebih baik PLN mendata ulang siapa yang layak subsidi kemudian dihapus subsidinya. Jangan bikin akal-akalan kepada rakyat, mari benahi kesalahan dengan cara yang benar,” tukas Ferdinand.[dem]

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top