Diduga Dibunuh, Makam Mabnum Dibongkar – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Hukum & Kriminal

Diduga Dibunuh, Makam Mabnum Dibongkar

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Pihak keluarga masih penasaram terkait meninggalnya Mabnum Hatma (47) di plafon rumahnya. Mereka pun meminta pihak terkait melakukan otopsi ulang. Olehnya, makam Mabnub Hatma di TPU Punggola dibongkar, dan jasan Mabnum diangkat dari liat lahat pada Rabu (16/3), sekitar pukul 10.00 Wita.

Pihak  keluarga menduga Mabnun dibunuh dan disimpan di atas plafon rumah. Sayangnya, walau sudah dilakukan otopsi, kepolisian masih berpaku pada hasil visum luar tim Bidang Dokkes RS Bhayangkara Kendari yang menyatakan warga Lorong Kali Wanggu, Jalan Laode Hadi, Kelurahan Bonggoeya, Kadia ini meninggal karena sengatan listrik.

BACA JUGA :  Tiga Kapolda Diganti, Iriawan Kadiv Propam

Kapolsek Baruga, AKP I Ketut Arya Wijanarka menerangkan, hasil otopsi bisa diketahui paling lambat 3 hari setelah prosesnya. Sambil menanti hasil, penyidik Reskrim Polsek Baruga terus melakukan pemeriksaan intensif pada beberapa saksi termasuk istri dan keluarga almarhum. “Sebenarnya sejak awal ditemukannya mayat Mabnun, kepolisian dan dokter forensik RS Bhayangkara sudah bersepakat melakukan otopsi. Hanya saja keluarga kala itu belum mau. Namun berjalan beberapa hari keluarga korban, Maaruf Kasim menyampaikan, atas kesepakatan keluarga untuk dilakukan otopsi,” ungkap I Ketut Arya Wijanarkan, Rabu (16/3/2016).

BACA JUGA :  Wonderful Indonesia Menggebrak ITB Berlin 2016

Maaruf Kasim, kakak ipar alm. Mabnun yang ditemui membenarkan bila proses investigasi medis jenazah itu sudah disepakati pihak keluarga. “Kami tidak percaya Mabnun ini meninggal kesetrum. Makanya kami meminta persetujuan dan akhirnya ibu kami menyetujuinya,” tegasnya.

Keluarga menduga ada kejanggalan dalam proses kematian Mabnun. Bayangan mereka, Mabnun dibunuh oleh seseorang yang saat ini masih harus dicari tahu. Kata Maaruf, ia bersama keluarga belum mau menduga-duga siapa pembunuhnya karena hal itu menjadi kewenangan kepolisian. “Kita tunggu saja dulu proses otopsinya. Kalau misalnya ditemukan ada tanda kekerasan, maka kita bisa duga-duga siapa orangnya, kenapa masalahnya. Namun untuk saat ini tidak mau bicara soal itu,” katanya.

BACA JUGA :  Empat Klinik Aborsi Masih Dalam Bidikan

Ketua Tim Forensik RS Bhayangkara Kendari, Kompol Mauludin menjelaskan, hasil otopsi belum bisa diketahui. Sebab masih akan ada uji di laboratorium forensik Makassar. “Hasilnya ini nanti diuji kembali apakah ada tanda-tanda diracun atau kekerasan lain nanti kita akan simpulkan,” katanya. (egy)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top