Bank Sultra Ubah Komposisi Modal – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
Ekonomi & Bisnis

Bank Sultra Ubah Komposisi Modal

Yusuf/Kendari Pos__Gubernur Sultra, Nur Alam, yang juga Ketua Umum Komisaris Bank Sultra bersama para petinggi Bank Sultra saat RUPS tahun buku 2015 yang dilaksanakan tanggal (14/3) di Grand Clarion Hotel Kendari.

Yusuf/Kendari Pos__Gubernur Sultra, Nur Alam, yang juga Ketua Umum Komisaris Bank Sultra bersama para petinggi Bank Sultra saat RUPS tahun buku 2015 yang dilaksanakan tanggal (14/3) di Grand Clarion Hotel Kendari.

KENDARINEWS.COM, KENDARI Selain laporan pertanggungjawaban pengurus terhadap pemegang saham untuk tahun buku 2015, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Sultra juga membahas tentang perubahan komposisi modal. Dengan perubahan komposisi modal tersebut, akan berdampak pada penyertaan modal dari pemerintah kabupaten/kota yang kini tidak dibatasi lagi seperti sebelumnya.

BACA JUGA :  Sebulan Terjebak di Lift, Ditemukan Sudah Tanpa Nyawa Lagi

“Perubahan kompisis modal dalam artian, kalau sebelumnya dengan komposisi 60 persen saham seri A dan 40 persen saham seri B, kini berubah menjadi 75 persen saham seri A dan 25 persen seri B. Saham seri A itu merupakan saham khusus yang ditujukan pemerintah daerah, baik kabupaten/kota maupun pemerintah provinsi sementara saham seri B ditujukan untuk pihak ketiga,” ungkap Direktur Utama Bank Sultra, Kharul Kumala Raden, saat RUPS Bank Sultra dilaksanakan di Grand Clarion Hotel Kendari, Senin (14/3).

BACA JUGA :  10 Orang Anggota Polres Dapat Penghargaan

Perubahan komposisi tersebut, lanjutnya, melihat kondisi penyetoran saham seri B yang sulit untuk dipenuhi karena jumlahnya sekira Rp 300 an Miliar, sementara seri A sebesar 450 miliar. Dengan perubahan komposisi 75 persen untuk Pemda, kabupaten/kota dan provinsi maka saham seri A sebesar Rp 550 Miliar dan saham seri tinggal Rp 200 Miliar.

“Dari kesepakatan RUPS 2015 lalu, 60 persen saham seri A, untuk kebersamaan 51 persen dikuasai oleh pemerintah provinsi dan sebelebihnya dibagi secara merata untuk kabupaten/kota. Dengan ketentuan tersebut, meski Pemda kabupaten/kota masih ingin menyetorkan modal, tapi sudah mentok pada nominal yang ditetapkan, maka tidak bisa lagi menyetorkan modal tambahan,” ujarnya.

BACA JUGA :  September, Kendari Alami Inflasi 0,61 Persen

Khaerul mengungkapkan, dengan perubahan komposisi modal yang ditetapkan RUPS tahun ini, penyetoran modal dari pemerintah kabupaten/ kota tidak dibatasi lagi secara merata, dengan ketentuan sebesarnya 90 persen dari setoran modal Pemprov. Artinya, kalau misalnya setoran Pemda Sultra sebanyak Rp 100 Miliar maka setoran pemerintah kabupaten kota maksimal hanya sebesar Rp 900 Juta. “Jadi ini semakin memberikan peluang yang besar bagi kabupaten kota yang ingin menyetorkan modal tambahan,” tandanya.  (myu/b)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top