Di Marobo, Polisi Geledah Rumah Warga, Anggota Dewan Dipukul – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Di Marobo, Polisi Geledah Rumah Warga, Anggota Dewan Dipukul

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Desa Morobo, Kecamatan Marobo, Kabupaten Muna, Sultra , mendadak menjadi sorotan. Daerah yang akan mengelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilbup Muna pada Selasa, 22 Maret 2015, itu mendadak mencekam. Pasalnya, banyaknya polisi yang bersiaga bukan membuat warga merasa nyaman dan aman, tetapi justru ketakutan. Bahkan, penjagaan polisi yang ketat ternyata tak mampu mendeteksi dipukulnya Mahmud Muhammad, anggota DPRD Muna asal PDIP.

Ketakutan warga dipicu dengan langka empat polisi bersenjata lengkap yang menggeledah paksa rumah Sidik, salah seorang nelayan penangkap kepiting pada Selasa (1/3/2016). Tanpa sopan santun para polisi itu langsung masuk ke rumah Sidik dan mengeledah kamar. Alasannya, mencari bom ikan, tetapi pakaian di atas kasur pun dihambur. Aksi yang dilakukan saat Sidik tak di rumah itu membuat istri dan anak-anaknya lari ketakutan ke rumah tetangganya. .

BACA JUGA :  Akhirnya Pemilik 71 Batang Kayu Jati Ilegal Ditahan

”Saya tidak terima diperlakukan begini, ada apa Polisi mau geledah rumahku, apa yang mereka cari. Kenapa mereka geledah rumahku tidak beritahu dulu sama kita. Tapi mereka langsung masuk dalam kamar, mereka obrak-abrik dalam kamar, pakaian kami terhambur sampai di sudut rumah,” kata Sidik kepada wartawan yang menemuinya.

Tindakan polisi itu tentu membuat Sidik sekeluarga trauma. Mereka benar-benar takut bila kejadian serupa terjadi. “ Kami memang orang kecil, saya tidak punya sekolah. Sejak kecil orang tua saya sudah meninggal, saya ini anak yatim piatu, tapi jangan perlakukan kami begini,” tutur Sidik.

BACA JUGA :  DPC PPP Kolut Buka Pendaftaran Balon Bupati

Yang menarik, penjagaan polisi yang super ketat itu ternyata tak mampu mendeteksi dini ketika Mahmud Muhammad, anggota DPRD Muna asal PDIP dipukul di Desa Marobo, karena hendak mengkonsolidasikan salah satu pasangan calon peserta PSU Muna pada Selasa (8/3/2016) malam.

“Ketika akan mengkonsolidasikan pemenangan pasangan Rusman-Malik Ditu di rumah Nasir, saya terlibat perdebatan dengan sejumlah warga. Saat saya lihat identitasnya ternyata mereka warga dari Waburense, Buton Tengah,” katanya

Selanjutnya, ketika hendak mengambil surat tugas dari partai di mobilnya ternyata banyak orang berkerumun. “Saya sudah bilang sebagai orangnya pasangan nomor satu, namun mereka tak percaya. Begitu saya datangi ternyata dari belakang ada yang memukul dan menendang,” kata Mahmud Muhammad, yang mengalami luka pada lidah, dan telingahnya mengeluarkan darah.
Bagaimana komentar Kapolres Muna, AKBP Yudith Satriya atas kejadian itu. Katanya, penggeledahan dilakukan oleh Polairud Polda Sultra, bukan anggota Polres Muna. “Saya sudah konfirmasi Polairud Polda, bahwa penggeledahan dibekali surat perintah dari Dir Polairud Polda. Isi surat perintahnya, untuk mencari adanya Bom ikan di Desa Marobo,” katanya.

BACA JUGA :  3 TSK Kasus Pengadaan Baliho KPU Konsel, Ditahan

Terkait pemukulan Mahmud Muhammad, menurut Yudith Satriya Hananta, kejadian dipicu saat Mahmud Muhammad ke Marobo dalam keadaan mabuk. “Mahmud dalam kondisi emosi dan menendang masyarakat yang berada di salah satu rumah masyarakat. Karena mendapat perlakuan kasar, masyarakat kemudian balas menendang,” katanya. (kendaripos.fajar.co.id)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top