Klise Rontgen Pun Jadi Kaca Mata Gerhana – Kendari Pos Online
Iklan Jaksa

Biro Umum
HEADLINE NEWS

Klise Rontgen Pun Jadi Kaca Mata Gerhana

gerhana-amal (2)

KENDARINEWS.COM,KENDARI—Warga Metro Kendari punya cara unik dalam menikmati gerhana matahari. Ada yang ke pinggir pantai, ada yang naik ke tempat ketinggian, bahkan di atas rumah, dan lebih banyak yang berdiam di rumah menyaksikan keindahan gerhana matahari melalui layar televisi.

Yang menarik, tetap banyak warga yang tak mau ambil resiko untuk melihat secara langsung gerhana matahari yang terjadi, sehingga berbagai media yang dianggap lebih aman melihat matahari dimanfaatkan. Ada yang mengamati pakai kacamata riben, menggunakan klise foto, bekas botol infus, bahkan klise rontgen pun dimanfaatkan untuk melihat keindahan gerhana matahari.

BACA JUGA :  PSU Muna Dijadwal 19 Maret, Butuh Dana Rp 1 Miliar

Iwan dan Indra, warga Kelurahan Baruga yang bermukim bersama di sekitar lapas Kendari, misalnya, memanfaatkan guntingan klise foto rontgen. Hasilnya, keindahan gerhana matahari yang terjadi terlihat begitu indah. Mereka pun berganti-gantian dengan sejumlah teman-temannya, sehingga keceriaan benar-benar terpancar pada momentum langka itu.

Sementara, salah satu titik pantau gerhana di kawasan Pura, Puncak Mekar. Sejumlah warga dengan berbagai peralatan seadanya ingin mengabadikan moment ini. Mulai dari kamera jenis DSLR, handy cam, kacamata hitam hingga kaca berlapis riben. Meskipun pada awalnya, mereka sempat ragu lantaran terhalang awan-awan tipis. Namun jelang pukul 07.15 Wita, cuaca mulai cerah.

BACA JUGA :  Agung Dukung SYL jadi Ketum Golkar

Saat puncak gerhana mencapai puncak maksimum, matahari tampak seperti bulan sabit yang mengecil. Sinar matahari pun semakin redup, layaknya hari menjelang sore. Namun posisinya hanya sekitar 1,5 menit. Pada pukul 10.00 Wita, posisi bulan sabit mulai membesar dan perlahan-lahan mulai normal kembali.

Kepala Stasiun Geofisika Kendari, Rosa Amelia mengatakan gerhana matahari yang terjadi di Kendari bisa disaksikan secara jelas. Kondisi cuaca yang cerah, sehingga monitoring dan recording yang dilakukan stasiun geofisika tidak mengalami kendala. Sesuai dengan prediksi, posisi matahari mendekati bulan sekitar pukul 07.28 Wita. Puncak gerhana maksimum pada pukul 08.40 Wita dengan kondisi tertutupnya matahari sekitar 92 persen. Sementara posisi terakhir matahari terhalang bulan sekitar pukul 10.00 Wita.

BACA JUGA :  Eneng Minta Maaf dan Eneng Sudah Hafal Pancasila

“Kondisi ini juga terjadi di sebagian besar wilayah di Sultra termasuk di Purirano. Makanya, detik-detik terjadinya gerhana bisa terpantau. Selain melakukan pengamatan, kami juga melakukan pemantuan melalui video streaming. Dengan begitu, masyarakat bisa melihat langsung detik-detik matahari tertutupi bulan. Makanya, cukup banyak masyarakat yang menyaksikan mementum ini. Bukan hanya warga sekitar kantor, namun juga dari beberapa daerah lain. Termasuk sejumlah aparat keamanan,” kata Rosa. (sawal/amal)

Komentar

komentar

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan LA
Dalam melaksanakan tugas jurnalistik, wartawan Kendari Pos dibekali tanda pengenal. Tidak diperkenankan menerima, apalagi meminta, imbalan dari siapapun, dalam bentuk apapun, serta dengan alasan apapun.


Copyright © Kendari Pos 2016 The Mag Theme. Theme by FAJAR.CO.ID

To Top